Terakhir diperbarui: 15-08-2026, 22:36
Americas
Aktivitas sektor jasa AS tetap kuat meski pasar tenaga kerja mulai melambat. ISM Services PMI naik tipis menjadi 54,1 pada Juli 2026, menandakan sektor jasa masih berekspansi didukung pertumbuhan aktivitas bisnis dan pesanan baru yang solid. Namun, data ADP menunjukkan penciptaan lapangan kerja sektor swasta hanya mencapai 44 ribu, terendah dalam enam bulan, mengindikasikan pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum meskipun tekanan harga di sektor jasa masih relatif tinggi.
Harga minyak turun, emas menguat di tengah meredanya risiko geopolitik. Harga minyak turun ke bawah USD76 per barel setelah meningkatnya optimisme bahwa AS dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz, sehingga mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global. Di sisi lain, harga emas naik ke sekitar USD4.200 per ons, didukung ekspektasi bahwa The Fed akan bersikap lebih hati-hati setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan dan berkurangnya tekanan inflasi akibat penurunan harga energi.
Yield UST turun, dolar AS melemah di tengah meredanya kekhawatiran inflasi. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,6% setelah harga energi melemah menyusul kemajuan pembicaraan antara AS dan Iran yang berpotensi memulihkan pasokan energi global. Di saat yang sama, dolar AS melemah ke level terendah dalam tujuh minggu karena berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed setelah data ketenagakerjaan yang lebih lemah serta sikap The Fed yang tidak memberikan sinyal jelas mengenai pengetatan lebih lanjut.
Europe
Harga produsen Eurozone mereda, sementara aktivitas jasa membaik. Harga produsen (PPI) Eurozone turun 0,3% MoM pada Juni 2026, mencatat penurunan pertama dalam empat bulan, terutama didorong oleh melemahnya harga energi. Di saat yang sama, PMI jasa Eurozone naik menjadi 51,7 pada Juli 2026, tertinggi dalam lima bulan, didukung membaiknya permintaan domestik dan meredanya tekanan biaya. Kombinasi perlambatan tekanan harga dan membaiknya aktivitas ekonomi memperkuat ekspektasi bahwa ECB akan tetap melanjutkan normalisasi kebijakan secara bertahap.
Yield obligasi Eropa turun seiring meredanya kekhawatiran inflasi energi. Yield gilt Inggris tenor 10 tahun turun ke bawah 4,9%, sementara Bund Jerman tenor 10 tahun melemah ke sekitar 3,1% setelah harga minyak turun sekitar 10% dalam sepekan di tengah optimisme tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Penurunan harga energi membantu meredakan kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa BoE dan ECB akan mengambil pendekatan yang lebih gradual dalam pengetatan kebijakan moneter, meski pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga ECB lebih lanjut hingga akhir tahun.
Asia
Surplus transaksi berjalan Korea Selatan mencapai rekor tertinggi. Surplus transaksi berjalan Korea Selatan melebar menjadi USD49,7 miliar pada Juni 2026, tertinggi sepanjang sejarah, didorong lonjakan ekspor semikonduktor yang membuat surplus perdagangan meningkat signifikan. Secara kumulatif, surplus transaksi berjalan semester I-2026 mencapai USD191,0 miliar, jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu, mencerminkan kuatnya kinerja sektor eksternal dan daya saing ekspor Korea Selatan.
Yield obligasi Asia stabil. Yield JGB tenor 10 tahun turun tipis ke sekitar 2,8% seiring melemahnya harga minyak yang membantu meredakan kekhawatiran inflasi, meskipun pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga lanjutan oleh Bank of Japan tetap terbuka. Sementara itu, yield obligasi Australia tenor 10 tahun bertahan di sekitar 4,9% karena inflasi yang lebih rendah mendukung ekspektasi bahwa RBA akan mempertahankan suku bunga.
