Terakhir diperbarui: 07-08-2026, 05:20
Americas
Data AS menunjukkan aktivitas ekonomi masih cukup solid meski pasar tenaga kerja mulai melunak. Jumlah lowongan pekerjaan (JOLTS) turun menjadi 7,36 juta pada Juni 2026, mengindikasikan permintaan tenaga kerja yang mulai melemah di sejumlah sektor seperti kesehatan, pariwisata, dan jasa bisnis. Di sisi lain, pesanan pabrik AS turun 0,3% MoM dan mencatat penurunan selama dua bulan berturut-turut, mencerminkan dampak kenaikan biaya energi dan ketidakpastian eksternal terhadap aktivitas manufaktur.
Harga minyak turun di tengah optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz. Harga minyak turun ke sekitar USD75 per barel dan mencatat pelemahan lebih dari 10% secara mingguan setelah muncul optimisme bahwa AS dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan yang dapat membuka kembali Selat Hormuz. Sentimen pasar juga didukung oleh kemajuan negosiasi yang dimediasi Qatar dan Oman, serta upaya Saudi Arabia meredakan ketegangan di Laut Merah. Meredanya risiko gangguan pasokan energi global membantu mengurangi kekhawatiran inflasi dan mendukung stabilitas pasar keuangan.
Yield UST turun seiring meredanya kekhawatiran inflasi energi. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,65% setelah muncul optimisme bahwa AS dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan yang dapat meredakan konflik dan mengurangi risiko gangguan pasokan energi. Penurunan harga minyak mendorong pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam jangka pendek, meskipun peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya masih tetap diperhitungkan pasar.
Europe
Defisit anggaran Prancis melebar, sementara euro tetap didukung data ekonomi yang solid. Defisit anggaran pemerintah Prancis meningkat menjadi EUR106,8 miliar pada semester I-2026 dari EUR100,4 miliar pada periode yang sama tahun lalu, seiring kenaikan belanja pemerintah yang melampaui pertumbuhan penerimaan negara. Di sisi lain, euro bertahan di atas USD1,15 didukung pertumbuhan ekonomi Eurozone yang lebih kuat dari perkiraan dan inflasi yang masih meningkat, sehingga memperkuat ekspektasi pasar bahwa ECB masih berpeluang menaikkan suku bunga pada pertemuan mendatang.
Yield obligasi Eropa bergerak mixed di tengah perkembangan konflik Timur Tengah. Yield gilt Inggris tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,97% seiring pulihnya harga minyak dan berlanjutnya ketidakpastian terkait konflik AS–Iran, sementara pasar semakin memperkirakan Bank of England tidak terburu-buru menaikkan suku bunga setelah mempertahankan suku bunga pada pertemuan terakhir. Di sisi lain, yield Bund Jerman tenor 10 tahun turun mendekati 3,1% karena optimisme terhadap potensi kesepakatan AS–Iran menekan harga minyak, meskipun inflasi Eurozone yang lebih kuat dari perkiraan masih mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga ECB pada September.
Asia
Aktivitas bisnis Jepang dan Australia tetap berada di zona ekspansi. PMI Komposit Jepang berada di level 52,7 pada Juli 2026, didukung oleh kinerja sektor manufaktur yang mencatat pertumbuhan tercepat sejak 2014, meskipun aktivitas jasa dan pertumbuhan pesanan baru melambat. Sementara itu, PMI Komposit Australia naik menjadi 53,2, tertinggi sejak Januari, didorong oleh pemulihan manufaktur dan menguatnya sektor jasa, disertai perbaikan sentimen bisnis ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Yield obligasi Jepang dan Australia bergerak stabil menjelang keputusan bank sentral. Yield JGB tenor 10 tahun bertahan di sekitar 2,8% meski harga minyak melemah, sementara pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga lanjutan oleh Bank of Japan tetap terbuka. Di Australia, yield obligasi tenor 10 tahun berada di sekitar 4,9% karena inflasi yang lebih rendah memperkuat ekspektasi bahwa RBA akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan mendatang.
