bonds

    Fixed Income Daily Notes 13 Maret 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    13 March 2026 - 07.59am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 13 Maret 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 14-03-2026, 22:51

    Americas

    Klaim pengangguran AS sedikit turun sementara housing starts melonjak. Initial jobless claims AS turun tipis 1.000 menjadi 213.000, sedikit di bawah ekspektasi dan tetap mencerminkan pasar tenaga kerja yang lemah dalam perekrutan namun minim PHK. Continuing claims ikut turun 21.000 ke 1,85 juta, kontras dengan sinyal pelemahan dari laporan tenaga kerja terbaru.

    UST 10Y naik ke 4,25% sementara dolar menguat di tengah eskalasi konflik Iran.
    Yield Treasury AS 10Y naik ke sekitar 4,25% setelah reli dua hari yang menambah sekitar 13 bps, dipicu pernyataan pemimpin tertinggi Iran yang ingin menutup Selat Hormuz dan memperluas konflik, sehingga lonjakan harga minyak kembali menekan ekspektasi inflasi dan fiskal AS. Kekhawatiran belanja pertahanan turut mendorong yield lebih tinggi. Di sisi lain, indeks dolar menguat di atas 99,6 (tertinggi sejak November 2024) dan naik terhadap seluruh mata uang utama seiring meningkatnya flight to safety menjelang keputusan Fed.

     

    Europe

    Harga gas Eropa naik akibat terganggunya pasokan LNG dari Teluk. Harga gas Eropa terus menguat menuju EUR52 per MWh setelah konflik Timur Tengah kembali menghambat pengiriman LNG ke Eropa, termasuk serangan drone terhadap kapal di sekitar Selat Hormuz serta penghentian operasi LNG Qatar dan tertahannya ekspor UEA. Gangguan pasokan ini meningkatkan perebutan LNG AS yang kini menjadi sumber utama Eropa pasca pengurangan ketergantungan pada gas Rusia. Dengan storage gas UE yang masih di bawah 30% dan harga yang sudah melonjak lebih dari 60% bulan ini, Uni Eropa mulai mempertimbangkan langkah intervensi seperti price cap untuk meredam tekanan harga.

      

    Yield di Eropa melonjak di tengah lonjakan harga energi. Yield gilt Inggris 10Y naik di atas 4,6%, level tertinggi sejak Oktober, karena pasar mulai mem‑price in peluang kenaikan suku bunga BoE lebih dari 50% setelah harga energi melonjak akibat eskalasi konflik Timur Tengah. Pergerakan serupa terjadi di Italia, dengan BTP 10Y menembus 3,7%, dan Bund Jerman naik ke 2,95% seiring minyak kembali melewati USD100 per barel dan pelepasan cadangan IEA dinilai tidak cukup cepat meredakan ketatnya pasokan. Dalam kondisi ini, money market kini sepenuhnya memperkirakan kenaikan suku bunga ECB pada Juli, berbalik tajam dibanding ekspektasi pemangkasan suku bunga sebelum konflik Iran pecah

    Asia

    Mojtaba Khamenei: Selat Hormuz harus tetap ditutup. Harga minyak mentah terus melonjak hingga mendekati USD100/barel karena pasokan minyak via laut dari Teluk Persia diperkirakan tertahan lebih lama setelah pemimpin tertinggi Iran yang baru menegaskan Selat Hormuz harus tetap ditutup (20% dari perdagangan minyak global), memicu ekspektasi gangguan suplai berkepanjangan di tengah serangan yang makin intens di kawasan. IEA menyebut gangguan ini sebagai yang terbesar sepanjang sejarah dan mengoordinasikan pelepasan 400 juta barel cadangan strategis.

    Ekspektasi inflasi Australia naik ke 5,2%. Ekspektasi inflasi Australia meningkat ke 5,2% pada Maret—tertinggi sejak 2023—menjelang keputusan RBA, mencerminkan tekanan harga yang masih luas dan berpotensi memerlukan pengetatan lanjutan. Sebaliknya, Business Survey Index manufaktur besar Jepang turun ke 3,8% di Q1 karena konflik Timur Tengah dan lonjakan minyak menekan prospek industri, dengan sentimen diperkirakan melemah lagi di Q2 sebelum membaik di paruh kedua tahun ini.

    Yield JGB stabil, yen melemah akibat risiko perang Iran. Yield Jepang 10Y bergerak datar di sekitar 2,18% sepanjang pekan meski volatilitas minyak meningkat akibat risiko perang Iran berkepanjangan, sementara pelepasan cadangan yang disetujui IEA belum cukup meredakan tekanan bagi negara yang sangat bergantung pada impor energi. Di pasar valuta, yen melemah menuju 159 per USD, mendekati titik terlemah dalam 1,5 tahun, memicu kewaspadaan atas potensi intervensi otoritas Jepang seiring lonjakan harga minyak.