bonds

    Fixed Income Daily Notes 12 Maret 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    12 March 2026 - 07.50am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 12 Maret 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 13-03-2026, 05:56

    Americas

    Inflasi AS Februari stabil. Inflasi AS tercatat stabil di 2,4% YoY pada Februari, sesuai ekspektasi dan masih berada di titik terendah sejak Mei 2025, dengan energi kembali naik (dipimpin kenaikan gas alam dan fuel oil) meski harga mobil bekas turun lebih dalam. Secara MoM, CPI naik 0,3% terutama dari komponen shelter, sementara pangan dan bensin juga menguat. Core CPI tetap 2,5% YoY, mendekati level terendah sejak 2021, dan naik 0,2% MoM, menandakan tekanan harga inti tetap terjaga.

    Harga minyak mentah kembali naik karena kekhawatiran pasokan. Harga WTI dan Brent menguat lebih dari 6%, karena pelepasan darurat 400 juta barel oleh IEA tidak cukup menahan sentimen negatif dari berlarutnya konflik di Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah serangan terhadap kapal komersial di dekat pesisir Iran. Komentar Trump yang menyebut perang akan berakhir “segera” tidak banyak memulihkan optimisme, membuat pasar tetap fokus pada risiko pasokan dan ketidakpastian geopolitik.

    UST 10Y naik seiring kekhawatiran energi kembali tekan prospek inflasi. Yield Treasury AS 10Y menguat ke sekitar 4,2%, kenaikan kedua beruntun dan tertinggi dalam sebulan, di tengah pasar yang terus menilai dampak konflik Iran terhadap harga minyak. Walau ada kabar negara‑negara menyiapkan pelepasan cadangan, minyak kembali naik sehingga risiko inflasi berbasis energi tetap tinggi. Data inflasi Februari sesuai ekspektasi dan stabil, namun belum mencerminkan lonjakan harga energi terbaru. Dengan kondisi tersebut, pasar memperkirakan Fed tidak mengubah suku bunga pekan depan dan hanya membuka peluang satu pemangkasan 25 bps, kemungkinan pada September.

     

    Europe

    Gas alam Eropa melonjak akibat gangguan pasokan LNG dari Teluk. Harga gas Eropa kembali menembus EUR50 per MWh, naik lebih dari 60% sejak awal Maret, setelah pengiriman LNG dari Teluk Persia terhenti akibat naiknya eskalasi. Operasional LNG Qatar (penyumbang 20% pasar global) dihentikan, sementara kargo dari UEA juga terhenti karena tanker menghindari Selat Hormuz, meningkatkan kompetisi terhadap LNG AS yang menjadi penopang utama pasokan Eropa sejak krisis energi.

      

    Yield Eropa naik dipimpin akibat ekspektasi ECB makin hawkish. Yield Italia 10Y menembus 3,6%, disusul OAT Prancis yang kembali di atas 3,5% dan Bund Jerman yang naik ke 2,9%, mencerminkan revisi tajam ekspektasi pasar terhadap kebijakan ECB di tengah kekhawatiran inflasi yang muncul kembali. Lonjakan harga energi akibat konflik Iran (meski kini sedikit turun dari puncaknya) telah cukup mengubah pandangan pasar, dengan money market kini mem‑price in peluang kenaikan suku bunga ECB tahun ini setelah sebelumnya mengantisipasi penurunan.

    Asia

    Penjualan kendaraan China turun. Penjualan kendaraan China merosot 15,4% YoY ke 1,8 juta unit pada Februari, penurunan terdalam sejak 2024, tertekan berakhirnya insentif EV serta perlambatan musiman saat libur Imlek. NEV ikut turun 14% seiring melemahnya minat domestik, dengan penjualan dalam negeri anjlok 34,2%. Lonjakan ekspor 58% sempat menahan penurunan, namun konflik Timur Tengah membayangi outlook karena kawasan tersebut menyumbang sekitar seperlima ekspor kendaraan China tahun lalu.

    Yield Jepang stabil, Australia naik seiring perbedaan arah kebijakan. Yield Jepang 10Y bertahan di sekitar 2,18% di tengah volatilitas minyak dan sinyal beragam dari pemerintahan Trump terkait perang Iran, dengan penurunan harga minyak akibat rencana pelepasan cadangan IEA membantu meredakan tekanan inflasi bagi Jepang yang sensitif terhadap guncangan energi. Sebaliknya, yield Australia 10Y naik menuju 4,90% karena pasar semakin yakin RBA akan menaikkan suku bunga pekan depan, setelah pejabat senior memperingatkan lonjakan harga minyak bisa mendorong inflasi melampaui proyeksi.