RUPIAH TERTEKAN KONFLIK TIMUR TENGAH, BI SIAGA JAGA STABILITAS PASAR
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
29 May 2026
14857313
IQPlus, (29/5) - Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah meningkatnya tekanan global selama periode libur dan cuti bersama Iduladha 1447 Hijriah. Tekanan terhadap Rupiah disebut masih dipengaruhi oleh ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah, disertai meningkatnya kebutuhan valuta asing (valas) secara musiman.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan peningkatan kebutuhan valas antara lain berasal dari pembayaran utang luar negeri (ULN) dan repatriasi dividen, sementara arus masuk dolar Amerika Serikat (AS) masih terbatas.
"Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, around the world, around the clock," ujar Ramdan dalam keterangan resmi.
Untuk menjaga stabilitas pasar keuangan, BI mengoptimalkan intervensi di pasar valas melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder secara konsisten dan terukur.
Selain intervensi pasar, BI juga memperkuat efektivitas bauran kebijakan moneter melalui penguatan struktur suku bunga instrumen moneter yang dinilai lebih pro-market. Langkah tersebut ditempuh guna menjaga daya tarik aset keuangan domestik sekaligus mendukung masuknya aliran modal asing ke Indonesia.
Dari sisi permintaan dolar AS, BI menetapkan threshold tunai beli valas terhadap Rupiah tanpa underlying sebesar USD25.000 per pelaku per bulan yang mulai berlaku pada Juni 2026. Bank sentral juga terus memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas pasar keuangan, termasuk melalui pengawasan terhadap bank dan korporasi dengan aktivitas pembelian dolar AS yang tinggi.
Bank Indonesia menegaskan akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global maupun domestik serta siap mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan ketahanan eksternal perekonomian nasional. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
