ARUS EKSPOR MENGUAT, KINERJA IPCC AWAL KUARTAL II KIAN SOLID TUMBUH 16,01%
Share via
Terbit Pada
29 May 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 25-11-2025, 09:50:am
14862960
IQPlus, (29/5) - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC), operator terminal kendaraan terbesar di Indonesia yang beroperasi di bawah naungan PT Pelindo Multi Terminal, mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang signifikan pada Branch Jakarta dan 5 Terminal Satelit (konsolidasi) sepanjang periode awal Quartal II 2026 tumbuh solid 16,01% untuk kargo CBU (kendaraan berpenumpang), Alat Berat, Bus dan Truck atau 56.260 unit lebih banyak secara yoy. Berdasarkan Laporan Produksi Bulanan 2026, total shipcall pada seluruh terminal IPCC hingga April 2026 mencapai 1.248 shipcalls, meningkat 21,17% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 1.030 shipcalls. Pertumbuhan kinerja ini mencerminkan efektivitas strategi Perseroan serta dalam penguatan engagement terhadap pelanggan sehingga kepercayaan tetap terbangun erat, didukung oleh membaiknya stabilitas geopolitik global yang berdampak positif terhadap permintaan dan distribusi kargo internasional Indonesia.
Pertumbuhan kargo pada terminal-terminal yang dikelola IPCC tercermin dari capaian di hampir seluruh segmen. Volume CBU (Completely Built-Up) kumulatif hingga April 2026 tercatat sebesar 295.262 unit, tumbuh 6,40% meningkat 17.750 unit pada periode yang sama tahun 2025. Segmen Truck dan Bus mencatat pertumbuhan paling signifikan, yakni 59,10%, dengan volume bongkar muat mencapai 101.354 unit lebih banyak 37.648 unit secara year on year. Sementara itu, volume Alat Berat turut tumbuh sebesar 8,42%, dari 10.232 unit menjadi 11.094 unit. Pertumbuhan ini sejalan dengan kondisi industri otomotif nasional yang juga menunjukkan pemulihan positif. Data GAIKINDO mencatat total wholesales nasional Januari-April 2026 mencapai 289.787 unit (naik 12,5% dibanding periode yang sama tahun 2025), dengan produksi domestik sebesar 403.815 unit (naik 9,5%) dan ekspor CBU yang turut tumbuh 10,4% menjadi 159.662 unit, mencerminkan ekosistem otomotif yang semakin solid dan menjadi landasan kuat bagi IPCC dalam menjaga momentum pertumbuhan operasionalnya.
IPCC juga mencatat perkembangan positif pada segmen kendaraan listrik dengan volume EV yang meningkat dari 2.329 unit pada Januari menjadi 3.916 unit pada April 2026, menandakan meningkatnya arus kendaraan ramah lingkungan yang ditangani melalui terminal IPCC. Selain itu, hingga April 2026 perseroan turut menangani sejumlah kendaraan hybrid untuk diekspor, mencerminkan pergeseran tren kargo yang semakin beragam seiring transformasi industri otomotif ke arah elektrifikasi dan penggunaan energi yang ramah lingkungan serta berkelanjutan. Integrasi layanan melalui pendekatan Cargo Distribution Management (CDM), termasuk dukungan Inland Transportation, memberikan keunggulan pada rantai distribusi berbagai jenis kendaraan menjadi lebih efisien dan terstruktur dari lokasi produksi ke pelabuhan maupun sebaliknya.
Dari konsolidasi, terminal Satelit IPCC turut memberikan kontribusi positif terhadap keseluruhan kinerja. Total volume konsolidasi Satelit hingga bulan pertama kuartal II 2026 mencapai 150.087 unit, meningkat 21,47% dari 123.554 unit pada periode yang sama tahun 2025. Sementara itu, Branch Jakarta secara individual mencatat volume sebesar 147.885 unit pada 2026, dibandingkan 154.009 unit pada 2025. Kondisi ini menunjukkan adanya penyesuaian distribusi volume antar terminal dalam jaringan distribusi IPCC, seiring upaya optimalisasi kapasitas operasional secara lebih merata melalui transformasi pola operasi dan implementasi digitalisasi. Ke depan, sinergi antar terminal dan penguatan efisiensi layanan menjadi fondasi utama untuk menjaga stabilitas pertumbuhan volume secara berkelanjutan di seluruh jaringan IPCC.
"IPCC berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas dan kualitas layanan terminal kendaraan melalui transformasi operasional yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan guna mendukung kelancaran rantai pasok otomotif nasional. Pertumbuhan kinerja operasional sepanjang Januari hingga April 2026 mencerminkan kepercayaan industri terhadap peran IPCC sebagai operator terminal kendaraan berstandar internasional yang mampu menjawab dinamika kebutuhan logistik nasional maupun global. Ke depan, IPCC akan terus mendorong inovasi berbasis teknologi, penguatan efisiensi layanan dan handling kargo, serta pengembangan infrastruktur yang selaras dengan pertumbuhan industri otomotif nasional. Langkah ini juga menjadi bagian dari kesiapan Perseroan dalam mengantisipasi peningkatan arus kendaraan listrik dan hybrid yang semakin mendominasi aktivitas ekspor-impor otomotif Indonesia, sekaligus mendukung ekosistem logistik yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan," ujar Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi.ujar Sugeng Mulyadi, Direktur Utama IPCC. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
