Terakhir diperbarui: 08-04-2026, 05:29
Americas
Aktivitas sektor swasta AS nyaris stagnan, tekanan biaya makin kuat. S&P Global US Composite PMI direvisi turun tajam ke 50,3 pada Maret 2026, terendah sejak September 2023. Pertumbuhan pesanan baru melambat, kepercayaan bisnis turun ke level terendah sejak Oktober, dan lapangan kerja sektor swasta mencatat penurunan pertama dalam lebih dari setahun. Di sisi lain, tekanan harga meningkat dengan inflasi biaya input menembus level tertinggi tahun ini akibat kenaikan harga energi terkait konflik Timur Tengah.
Minyak melonjak tajam, emas makin tertekan. Harga WTI sempat melonjak hingga USD115,5 per barel setelah ultimatum baru Presiden AS ke Iran membuat Selat Hormuz tetap tertutup dan memperburuk kekhawatiran pasokan global. OPEC+ memperingatkan dampak perang terhadap infrastruktur energi bisa berkepanjangan meski kuota produksi dinaikkan. Sementara itu, emas turun ke sekitar USD4.600 per ons dan melemah sekitar 12% sejak konflik, tertekan lonjakan inflasi energi, ekspektasi kenaikan suku bunga, dan aksi likuidasi investor.
Yield Treasury naik dan dolar menguat usai data tenaga kerja AS solid. Imbal hasil US Treasury 10 tahun naik ke 4,35% pada Jumat setelah laporan ketenagakerjaan Maret yang jauh lebih kuat dari perkiraan, dengan penambahan 178 ribu pekerjaan dan tingkat pengangguran turun ke 4,3%, menguatkan ekspektasi The Fed akan mempertahankan suku bunga tahun ini. Dolar AS naik menembus level 100 seiring pandangan suku bunga tinggi lebih lama, sementara eskalasi retorika AS terhadap Iran dan kenaikan harga energi terus memicu kekhawatiran tekanan inflasi.
Europe
Defisit APBN Prancis menyempit di awal 2026. Defisit anggaran negara Prancis turun menjadi EUR32,1 miliar pada Januari–Februari 2026 dari EUR40,3 miliar pada periode yang sama tahun lalu, ditopang kenaikan pendapatan dan penurunan belanja. Total penerimaan meningkat 16,0% YoY menjadi EUR52,5 miliar, terutama dari PPN dan lonjakan pendapatan non‑pajak, sementara penerimaan pajak bersih mencapai EUR43,5 miliar seiring porsi PPN negara yang lebih besar. Di sisi belanja, pengeluaran turun 1,3% menjadi EUR76,8 miliar akibat berkurangnya belanja anggaran umum, dipengaruhi penundaan sejumlah pembayaran oleh kementerian sosial, sementara defisit rekening khusus Treasury relatif stabil di EUR7,8 miliar.
Yield Eropa melonjak, ekspektasi pengetatan bank sentral kembali naik. Yield obligasi Eropa dan Inggris naik seiring eskalasi ulang konflik Timur Tengah setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal operasi militer akan berlanjut, memicu kembali kekhawatiran krisis energi dan tekanan inflasi. Ketidakpastian geopolitik membuat pasar merevisi naik ekspektasi kebijakan, dengan proyeksi kenaikan suku bunga ECB kini mencapai tiga kali pada 2026 dan BOE dua kali, berbalik dari ekspektasi pelonggaran sebelum konflik memanas.
Asia
PMI jasa dan komposit China melemah, namun aktivitas tetap ekspansif. RatingDog China General Services PMI turun ke 52,1 pada Maret 2026 dari puncak hampir tiga tahun di Februari, menandai perlambatan ekspansi akibat melemahnya pertumbuhan pesanan baru baik domestik maupun ekspor. Composite PMI juga turun ke 51,5 dari 55,4, mencerminkan pertumbuhan yang lebih moderat namun masih di zona ekspansi. Penyerapan tenaga kerja melemah, sementara tekanan biaya input meningkat ke level terkuat sejak 2022, namun produsen tidak mem-pass on kenaikan harga input kepada konsumen.
Yield Jepang dan Australia kembali naik seiring ekspektasi hawkish. Yield JGB Jepang 10 tahun bertahan di sekitar 2,39%, level tertinggi sepanjang sejarah, seiring pasar menaikkan probabilitas kenaikan suku bunga BOJ menjadi sekitar 71% akibat tekanan inflasi dari lonjakan harga minyak terkait konflik Timur Tengah. Di Australia, yield obligasi 10 tahun kembali naik di atas 5% setelah meredupnya harapan de‑eskalasi cepat, dengan kenaikan harga energi memperbesar risiko inflasi dan stagflasi. Pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 70% kenaikan suku bunga RBA 25 bps pada Mei dan puncaknya di kisaran 4,6% pada 2026.
