bonds

Fixed Income Daily Notes 30 Jun 2026

Perusahaan

Fixed Income

Terbit Pada

30 June 2026 - 08.10am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 30 Jun 2026

Lihat

Terakhir diperbarui: 03-07-2026, 02:53

Americas

Lowongan kerja AS melonjak, mencerminkan ketahanan pasar tenaga kerja. Jumlah lowongan pekerjaan di AS naik signifikan sebesar 731 ribu menjadi 7,62 juta pada April 2026, jauh melampaui ekspektasi, didorong peningkatan kuat di sektor jasa profesional meski sebagian sektor seperti keuangan mencatat penurunan. Kondisi ini menunjukkan pasar tenaga kerja tetap solid di tengah tekanan biaya energi, sementara aktivitas perekrutan dan pemisahan kerja relatif stabil, mengindikasikan keseimbangan pasar tenaga kerja yang masih terjaga.

                                                   

Yield UST 10 tahun turun ke bawah 4,38% seiring meredanya risiko inflasi. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun di bawah 4,38%, terendah sejak awal Mei, dipicu penurunan harga energi yang mengurangi tekanan inflasi dan meredam ekspektasi pengetatan agresif The Fed. Perbaikan pasokan minyak menyusul normalisasi arus tanker di Selat Hormuz turut menekan harga energi, sehingga pasar mulai menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga meski kondisi pasar tenaga kerja dan inflasi inti masih relatif kuat.

 

Europe

Sentimen ekonomi Zona Euro membaik di tengah penurunan ekspektasi inflasi. Indikator sentimen ekonomi Zona Euro naik ke 95,0 pada Juni 2026, melanjutkan pemulihan dari level terendah lima tahun, didorong perbaikan moderat pada sektor jasa, ritel, konsumen, dan manufaktur meski konstruksi melemah. Penurunan ekspektasi inflasi dari konsumen dan produsen mencerminkan meredanya tekanan harga, sementara kepercayaan konsumen dan industri turut meningkat meski masih berada di zona kontraksi, menunjukkan pemulihan bertahap di tengah ketidakpastian geopolitik.

Yield di Eropa bertahan rendah seiring turunnya ekspektasi inflasi. Imbal hasil obligasi Inggris tenor 10 tahun stabil di sekitar 4,73%, sementara Bund Jerman berada di kisaran 2,85%, keduanya mendekati level terendah beberapa bulan terakhir seiring penurunan harga minyak dan ekspektasi inflasi pasca meredanya tensi AS–Iran. Kondisi ini mendorong pasar mengurangi ekspektasi pengetatan moneter ECB dan BoE, dengan perhatian investor kini tertuju pada arah kebijakan bank sentral global serta rilis data inflasi lanjutan di kawasan Eropa.

Asia

BoJ pertahankan suku bunga, soroti ketidakpastian inflasi ke depan. Bank of Japan mempertahankan suku bunga di level 5,50% pada pertemuan Juni 2026, dengan menilai inflasi masih dalam target namun prospeknya tetap tidak pasti di tengah dinamika global. Otoritas mencatat risiko inflasi dari harga komoditas dan geopolitik masih tinggi meski mulai mereda, sehingga kebijakan saat ini dinilai perlu untuk menahan dampak lanjutan terhadap harga, seiring kondisi permintaan domestik yang membaik namun risiko pertumbuhan masih cenderung ke downside.

Produksi industri Jepang tumbuh terbatas, pasar tenaga kerja tetap solid. Output industri Jepang naik 0,5% MoM pada Mei 2026, melanjutkan ekspansi bulan sebelumnya meski di bawah ekspektasi dan mencerminkan tekanan dari risiko rantai pasok serta biaya energi. Secara YoY, produksi justru turun 1,7%, menandakan pelemahan aktivitas manufaktur, sementara pasar tenaga kerja tetap kuat dengan tingkat pengangguran stabil di 2,5% dan jumlah pekerja mencapai rekor tertinggi, meski indikator permintaan tenaga kerja mulai menunjukkan sedikit pelambatan.

Yield JGB naik ke 2,65% seiring data ekonomi solid dan ekspektasi kenaikan suku bunga. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik ke sekitar 2,65% setelah data penjualan ritel yang kuat memperkuat ekspektasi pengetatan lanjutan oleh BOJ, ditopang juga oleh pernyataan hawkish pejabat bank sentral, pelemahan yen ke level terendah sejak 1986 turut mencerminkan divergensi kebijakan dengan AS. Sementara di Australia yield 10 tahun tetap di kisaran rendah meski tekanan inflasi kembali muncul akibat dinamika harga minyak dan ketidakpastian prospek kebijakan ke depan.