bonds

Fixed Income Daily Notes 1 Jul 2026

Perusahaan

Fixed Income

Terbit Pada

01 July 2026 - 08.23am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 1 Jul 2026

Lihat

Terakhir diperbarui: 03-07-2026, 02:54

Americas

Lowongan kerja AS tetap tinggi di tengah sinyal campuran aktivitas bisnis. Jumlah lowongan pekerjaan di AS naik tipis menjadi 7,59 juta pada Mei 2026, tetap jauh di atas ekspektasi dan mencerminkan ketahanan pasar tenaga kerja meski tekanan biaya energi meningkat, dengan perekrutan dan pemisahan kerja relatif stabil. Namun, indikator aktivitas manufaktur Chicago menunjukkan pelemahan permintaan dan produksi, sementara sektor jasa mulai pulih dengan perbaikan prospek bisnis, meski tekanan biaya dan harga jual masih meningkat.

                                                   

Yield UST 10 tahun naik ke 4,40% di tengah data tenaga kerja yang solid. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik ke 4,40% setelah data JOLTS menunjukkan lonjakan lowongan kerja yang memperkuat ekspektasi ekonomi tetap kuat, sehingga mendukung prospek kebijakan The Fed yang lebih hawkish. Kenaikan yield terjadi meski tekanan inflasi dari energi mulai mereda akibat normalisasi pasokan minyak, dengan pasar tetap mempertimbangkan kombinasi inflasi inti yang tinggi dan ketahanan pasar tenaga kerja dalam menentukan arah suku bunga ke depan.

 

Europe

Inflasi Jerman dan Prancis melambat seiring meredanya tekanan energi. Inflasi Jerman turun ke 2,3% YoY pada Juni 2026 dari 2,6% sebelumnya, sementara inflasi Prancis juga melambat ke 1,8%, terutama didorong oleh penurunan harga energi meski masih lebih tinggi dibanding tahun lalu. Penurunan ini turut tercermin pada inflasi kawasan secara keseluruhan, dengan indikator harmonisasi Uni Eropa melemah, mencerminkan meredanya tekanan harga di tengah normalisasi kondisi energi.

Yield gilt Inggris dan Bund Jerman tetap rendah di tengah meredanya tekanan inflasi. Imbal hasil obligasi Inggris tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,71% mendekati level terendah dua bulan, sementara Bund Jerman berada di kisaran 2,88% dan masih dekat level rendah beberapa bulan terakhir. Penurunan ini didorong oleh meredanya harga minyak pasca gencatan senjata AS–Iran yang menekan ekspektasi inflasi dan mengurangi proyeksi kenaikan suku bunga ECB serta BoE, meski sikap hawkish The Fed tetap menjadi faktor penahan di pasar.

Asia

RBA soroti inflasi masih tinggi, buka ruang pengetatan lanjutan. Risalah rapat RBA menunjukkan kekhawatiran bahwa inflasi masih jauh di atas target 2–3%, dengan tekanan inti diperkirakan meningkat meski aktivitas ekonomi mulai melambat. Meski inflasi headline turun ke 4,0% YoY, inflasi inti justru naik ke 3,6% seiring kenaikan biaya input dan upah, sehingga bank sentral menilai kebijakan tetap perlu restriktif dan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan masih terbuka di tengah ketidakpastian global.

Yen Jepang melemah ke 162 per USD, tertekan selisih suku bunga global. Yen Jepang turun ke level terlemah sejak 1986 di kisaran 162 per USD, dipicu oleh selisih suku bunga yang lebar antara Jepang dan AS serta ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed. Tekanan juga datang dari carry trade dan tingginya permintaan dolar sebagai safe haven, sementara ketergantungan Jepang pada impor energi serta lemahnya produksi industri turut memperburuk sentimen terhadap mata uang tersebut.

Yield obligasi Jepang dan China naik didorong data ekonomi dan ekspektasi kebijakan. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik ke sekitar 2,67% seiring pelemahan yen yang mendorong ekspektasi pengetatan kebijakan BOJ, diperkuat oleh data domestik yang relatif solid meski produksi industri masih di bawah ekspektasi. Di China, yield 10 tahun juga meningkat ke kisaran 1,72% didorong data PMI yang lebih kuat dari perkiraan, mencerminkan stabilisasi aktivitas ekonomi serta menurunkan permintaan terhadap aset safe haven di tengah dukungan likuiditas dari bank sentral.