Terakhir diperbarui: 29-09-2026, 06:40
Americas
Sentimen konsumen AS masih lemah meski ekonomi tetap solid. Indeks kepercayaan konsumen University of Michigan naik tipis menjadi 48,1 pada September 2026, namun masih berada di level yang rendah secara historis karena tekanan biaya hidup dan kekhawatiran terhadap inflasi yang tetap tinggi. Ekspektasi inflasi satu tahun ke depan meningkat menjadi 4,6%, sementara prospek kondisi bisnis jangka pendek memburuk di tengah tingginya harga energi dan ketidakpastian perdagangan.
Harga minyak lanjut melemah di tengah harapan tercapainya kesepakatan AS-Iran. Harga minyak turun ke sekitar USD 92 per barel setelah Iran mengusulkan kesepakatan bertahap dengan AS yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan dimulainya kembali negosiasi nuklir apabila sejumlah tuntutan dipenuhi, termasuk pelonggaran sanksi dan pencabutan blokade. Meningkatnya prospek diplomasi, bersama stabilnya arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.
Yield UST kembali mencetak level tertinggi multi-dekade. Yield UST tenor 10 tahun naik ke sekitar 5,1%, mendekati level tertinggi sejak 2007, seiring data ekonomi AS yang tetap kuat, ekspektasi inflasi yang meningkat, dan komentar hawkish dari sejumlah pejabat The Fed yang memperkuat peluang kenaikan suku bunga lanjutan. Di sisi lain, Dolar AS terkoreksi tipis setelah reli lima hari berturut-turut, penguatan mingguan sekitar 1% menunjukkan pasar masih memperkirakan suku bunga AS higher for longer.
Europe
Kepercayaan konsumen Jerman melemah akibat tekanan biaya energi. Indeks kepercayaan konsumen GfK Jerman turun ke -30,6 menjelang Oktober 2026, seiring memburuknya ekspektasi pendapatan rumah tangga akibat tingginya harga energi yang dikhawatirkan menggerus daya beli. Di sisi lain, konsumen meningkatkan kecenderungan menabung ke level tertinggi sejak 2008. Sebaliknya, kepercayaan konsumen Inggris membaik ke level tertinggi sejak Agustus 2024, meskipun masih berada di wilayah negatif, mencerminkan ketahanan konsumsi yang lebih baik dibanding kawasan Eropa daratan.
Yield obligasi Eropa terus menanjak. Yield Bund Jerman tenor 10 tahun naik di atas 3,6%, level tertinggi sejak 2009, sementara yield Gilt Inggris bertahan di sekitar 5,4%, mendekati level tertinggi dalam hampir dua dekade. Kenaikan tersebut didorong oleh kekhawatiran inflasi akibat harga energi yang masih tinggi, ekspektasi pengetatan lanjutan oleh ECB dan BoE, serta meningkatnya prospek suku bunga global yang lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama. Selain itu, kekhawatiran terhadap keberlanjutan fiskal di negara-negara dengan utang tinggi seperti Prancis dan Italia turut menambah tekanan pada pasar.
Asia
Aktivitas manufaktur Jepang masih ekspansif meski momentum mulai melambat. PMI manufaktur Jepang turun ke 54,1 pada September 2026 dari 54,9 pada bulan sebelumnya, menandai laju ekspansi paling lambat sejak Februari. Perlambatan tersebut terutama disebabkan oleh pertumbuhan output dan pesanan baru yang lebih moderat, meskipun permintaan ekspor tetap kuat dengan pertumbuhan pesanan luar negeri bertahan di dekat level tertinggi dalam lebih dari delapan tahun.
Yield Jepang dan Australia terus naik mengikuti tekanan global. Yield JGB tenor 10 tahun naik ke sekitar 3,1%, level tertinggi sejak 1996, seiring kenaikan yield UST dan ekspektasi bahwa Bank of Japan akan melanjutkan normalisasi kebijakan moneter secara bertahap untuk merespons tekanan inflasi. Sementara itu, yield obligasi Australia tenor 10 tahun bertahan di atas 5,4%, mendekati level tertinggi sejak 2011, didukung data ketenagakerjaan yang masih kuat dan meningkatnya keyakinan pasar bahwa RBA akan kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
