Terakhir diperbarui: 26-09-2026, 06:56
Americas
Pasar tenaga kerja AS tetap sangat kuat. Klaim pengangguran awal AS turun menjadi 197 ribu pada pekan kedua September, lebih rendah dari ekspektasi pasar, sementara continuing claims bertahan dekat level terendah dalam lebih dari tiga tahun. Di saat yang sama, penjualan rumah baru melonjak 6,4% MoM pada Agustus dan mencapai level tertinggi sejak awal tahun, menunjukkan permintaan domestik masih cukup kuat meskipun suku bunga KPR berada di level tinggi. Kombinasi pasar tenaga kerja yang solid dan aktivitas perumahan yang tetap resilien memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS masih mampu bertahan di tengah kebijakan moneter yang ketat.
Harga minyak melemah di tengah harapan penyelesaian konflik Timur Tengah. Harga minyak Brent turun ke sekitar USD 96 per barel setelah pasar merespons meningkatnya upaya diplomatik antara AS dan Iran yang berpotensi membuka kembali jalur energi di Selat Hormuz. Meski risiko geopolitik masih ada, peningkatan arus pengiriman minyak dari kawasan Timur Tengah membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan global.
Yield UST tembus level tertinggi sejak 2007. Yield UST tenor 10 tahun naik di atas 5,19% setelah data PMI AS menunjukkan aktivitas bisnis tumbuh pada laju tercepat dalam lebih dari lima tahun, memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih berpotensi menaikkan suku bunga lebih lanjut. Kenaikan harga energi dan komentar hawkish sejumlah pejabat The Fed juga turut mendorong pasar memperkirakan suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama, sehingga menjaga tekanan pada pasar obligasi global.
Europe
Bank sentral Eropa tetap hawkish, didukung data ekonomi yang masih solid. Norges Bank menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 4,5% dan menegaskan bahwa suku bunga kemungkinan perlu dipertahankan di level tinggi lebih lama untuk mengendalikan inflasi yang masih berada di atas target. Di saat yang sama, sentimen bisnis Jerman terus membaik dengan indeks Ifo naik ke level tertinggi sejak 2023, sementara kepercayaan konsumen Prancis relatif stabil. Kombinasi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral Eropa akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.
Yield obligasi Eropa kembali naik. Yield Bund Jerman tenor 10 tahun naik di atas 3,57%, sementara yield Gilt Inggris kembali menembus 5,35%, didorong rebound harga minyak, data PMI yang lebih kuat dari perkiraan, dan meningkatnya ekspektasi pengetatan lanjutan oleh ECB maupun BoE. Di saat yang sama, komentar hawkish dari pejabat ECB dan The Fed memperkuat pandangan bahwa suku bunga global berpotensi bertahan tinggi lebih lama, meski pasar masih mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran dan arah harga energi ke depan.
Asia
Pasar tenaga kerja Australia mulai melunak. Tingkat pengangguran Australia naik menjadi 4,6% pada Agustus 2026, level tertinggi sejak 2021, meski penambahan lapangan kerja tetap lebih kuat dari ekspektasi pasar. Kenaikan pengangguran tersebut terutama dipengaruhi oleh meningkatnya partisipasi angkatan kerja ke level tertinggi sejak April 2025, sementara pertumbuhan pekerjaan masih didominasi oleh segmen paruh waktu.
Yield Jepang naik ke level tertinggi sejak 1996, sementara yield China tetap rendah. Yield JGB tenor 10 tahun naik ke sekitar 3,08%, level tertinggi sejak 1996, didorong kenaikan yield UST, harga minyak yang masih relatif tinggi, dan sikap Bank of Japan yang tetap membuka peluang pengetatan lanjutan setelah menaikkan suku bunga menjadi 1,25%. Di sisi lain, yield obligasi pemerintah China tenor 10 tahun bertahan di sekitar 1,67%, mendekati level terendah sejak 2025, karena pasar masih memperkirakan kebijakan moneter yang akomodatif di tengah perlambatan ekonomi dan menantikan perkembangan negosiasi perdagangan AS-China menjelang pertemuan Trump-Xi.
