bonds

    Fixed Income Daily Notes 17 Maret 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    17 March 2026 - 07.46am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 17 Maret 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 19-03-2026, 05:18

    Americas

    Produksi industri AS naik pada Februari, indeks perumahan naik. Produksi industri AS bertambah 0,2% MoM pada Februari didorong kenaikan output manufaktur dan pertambangan, meski utilitas melemah. Kapasitas terpakai tetap stabil di 76,3%. Di sektor perumahan, indeks NAHB naik ke 38 dari 37, dengan kenaikan pada kondisi penjualan saat ini, ekspektasi penjualan, dan trafik pembeli. Meski harga rumah banyak dipangkas oleh 37% builder, insentif penjualan masih digunakan oleh hampir dua pertiga pelaku industri, mencerminkan pasar yang masih menunggu penurunan suku bunga dan tekanan biaya konstruksi yang tetap tinggi.

    UST 10Y turun tipis ke 4,24% jelang FOMC di tengah meredanya harga minyak. Yield Treasury AS 10Y melemah sekitar 4 bps ke 4,24% setelah lonjakan 15 bps pekan lalu, seiring harga minyak mereda usai AS mengizinkan tanker Iran melintasi Selat Hormuz dan mendorong negara lain menjaga jalur tersebut tetap terbuka. Meski tensi geopolitik masih tinggi dan prospek akhir konflik belum jelas, pasar kini menunggu keputusan The Fed pekan ini, dengan fokus pada pandangan terkait kenaikan harga energi dan implikasinya bagi inflasi. Pelaku pasar saat ini hanya memperkirakan satu pemangkasan 25 bps di Desember-26.

     

    Europe

    Pound dan euro rebound di tengah ekspektasi kebijakan hawkish BoE–ECB. Pound bergerak sedikit di atas USD1,32 setelah sempat menyentuh level terlemah tiga bulan, sementara pasar kembali mem‑price in peluang kenaikan suku bunga BoE sekitar 23 bps pada Desember akibat lonjakan harga energi. Untuk pertemuan Maret, fokus tertuju pada komposisi suara, dengan skenario 7‑2 atau 6‑3 untuk menahan suku bunga dinilai paling mungkin. Euro juga menguat tipis di atas USD1,14 setelah penurunan sebelumnya, di tengah penguatan dolar dan risiko eskalasi perang Iran–Israel. Dengan harga minyak yang bertahan di atas USD100 per barel, pasar kini sepenuhnya memperkirakan kenaikan suku bunga ECB paling lambat Juli, serta peluang kenaikan

      

    Yield Inggris dan Jerman tetap tinggi di tengah lonjakan energi. Yield gilt Inggris 10Y bergerak sedikit di atas 4,7% menjelang keputusan BoE, karena tensi Timur Tengah terus mendorong harga energi dan memicu revisi ekspektasi suku bunga dari sebelumnya proyeksi dua kali pemangkasan menjadi peluang kenaikan kecil sekitar 25 bps pada Desember. Bund Jerman 10Y bertahan di sekitar 2,97% mendekati level tertinggi sejak 2023, seiring harga minyak yang bertahan di atas USD100 akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Menjelang pekan padat rapat bank sentral global, pasar kini sepenuhnya mem‑price in kenaikan suku bunga ECB paling lambat Juli dan peluang besar untuk kenaikan kedua akhir tahun.

    Asia

    Data aktivitas China awal 2026 positif. China mencatat awal tahun yang solid dengan output industri dan penjualan ritel tumbuh lebih cepat dari perkiraan, sementara investasi aset tetap naik 1,8% pada Januari–Februari, berlawanan dengan ekspektasi penurunan. Tingkat pengangguran survei stabil di 5,3%, mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif terjaga. Meski demikian, otoritas statistik memperingatkan tantangan masih besar, mulai dari tekanan eksternal, risiko geopolitik, hingga hambatan struktural domestik yang menekan sebagian pelaku usaha.

    Yield Jepang dan Australia naik karena risiko inflasi impor. Yield Jepang 10Y menembus 2,25% (tertinggi dalam lima minggu) di tengah kekhawatiran inflasi impor akibat pelemahan yen dan lonjakan minyak, sementara BOJ diperkirakan menahan suku bunga meski Ueda memberi sinyal tekanan untuk percepatan normalisasi kebijakan. Konflik Iran terus membayangi prospek pertumbuhan Jepang sebagai negara pengimpor energi. Di Australia, yield 10Y mendekati 4,97% karena pasar semakin yakin RBA akan menaikkan suku bunga pekan ini, didorong kenaikan ekspektasi inflasi dan peringatan pejabat RBA bahwa tensi geopolitik memperburuk tekanan harga. Markets kini mem‑price in potensi tiga kenaikan tambahan tahun ini yang dapat mendorong cash rate ke sekitar 4,6%.