Terakhir diperbarui: 17-09-2026, 18:12
Americas
Aktivitas manufaktur New York melambat, namun tekanan inflasi tetap tinggi. Indeks manufaktur Empire State New York turun ke 7,6 pada September 2026 dari 20,6 pada bulan sebelumnya, mengindikasikan moderasi aktivitas manufaktur meski pasar tenaga kerja dan prospek bisnis masih relatif kuat. Di sisi lain, tekanan biaya terus meningkat tercermin dari kenaikan indeks harga yang dibayar (prices paid) ke 63,1, memperkuat kekhawatiran inflasi menjelang keputusan suku bunga The Fed yang secara luas diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga minggu ini.
Harga minyak bertahan tinggi di tengah risiko pasokan global. Harga minyak Brent naik di atas USD 107 per barel setelah penutupan pipa East-West Arab Saudi pascaserangan drone memperpanjang kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Penundaan pembahasan koridor pelayaran di Selat Hormuz serta meningkatnya ketegangan antara Iran dan negara-negara Teluk turut menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi. Kondisi ini berpotensi mempertahankan tekanan inflasi global dan mendukung ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dalam waktu lebih lama.
Yield UST tembus 5%, tertinggi sejak 2007. Yield UST tenor 10 tahun naik di atas 5%, level tertinggi sejak 2007, seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan minggu ini dan berlanjutnya kenaikan harga minyak yang memperkuat risiko inflasi. Selain tekanan dari pasar energi, lonjakan penerbitan obligasi korporasi, terutama dari sektor AI, turut mendorong kenaikan yield jangka panjang dan memperkuat sentimen higher for longer di pasar obligasi global.
Europe
Inflasi grosir Jerman kembali meningkat. Harga grosir di Jerman naik 6,8% YoY pada Agustus 2026, laju tercepat sejak Februari 2023, terutama didorong kenaikan harga energi, produk minyak, logam, dan bahan kimia. Tekanan harga yang terus meningkat ini memperkuat kekhawatiran bahwa inflasi di Eropa dapat bertahan lebih lama, sehingga mendukung ekspektasi kebijakan moneter ECB yang tetap hawkish dalam beberapa kuartal mendatang.
Yield obligasi Eropa terus naik. Yield Bund Jerman tenor 10 tahun naik mendekati 3,55%, tertinggi sejak 2009, sementara yield Gilt Inggris bertahan di sekitar 5,4%, level tertinggi sejak 2007. Kenaikan harga minyak yang masih berada di atas USD 100 per barel serta sinyal hawkish dari ECB dan ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi mendorong pasar semakin memperhitungkan pengetatan moneter lanjutan di Eropa.
Asia
Data China tunjukkan pemulihan konsumsi masih lemah. Tingkat pengangguran perkotaan China naik menjadi 5,3% pada Agustus 2026, level tertinggi sejak Maret, sementara pertumbuhan penjualan ritel melambat menjadi 0,4% YoY dan berada di bawah ekspektasi pasar. Pelemahan penjualan kendaraan, material bangunan, dan perhiasan menunjukkan permintaan domestik masih belum solid, meski beberapa kategori seperti peralatan komunikasi dan kosmetik tetap mencatat pertumbuhan yang kuat.
Yield Jepang naik, sementara China masih membutuhkan dukungan kebijakan. Yield JGB tenor 10 tahun menembus 3,0%, level tertinggi sejak 1996, seiring ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ pada pertemuan minggu ini dan meningkatnya risiko inflasi akibat lonjakan harga energi. Sebaliknya, yield obligasi pemerintah China tenor 10 tahun bertahan rendah di sekitar 1,68% karena pelemahan konsumsi, kenaikan tingkat pengangguran, dan kontraksi investasi terus mendorong ekspektasi stimulus tambahan untuk menopang pertumbuhan ekonomi.
