Terakhir diperbarui: 16-07-2026, 05:52
Americas
Warsh tegaskan fokus The Fed tetap pada pengendalian inflasi. Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bank sentral tetap berkomitmen mengembalikan inflasi ke target dan tidak memiliki toleransi terhadap inflasi yang bertahan tinggi, meskipun perekonomian AS masih menunjukkan ketahanan yang solid. Warsh juga menyoroti kuatnya investasi terkait AI dan data center sebagai salah satu faktor yang terus menopang pertumbuhan ekonomi dan permintaan domestik.
Inflasi AS melandai pada Juni 2026. Inflasi tahunan AS turun menjadi 3,5% pada Juni 2026 dari 4,2% pada Mei, lebih rendah dari ekspektasi pasar, didorong oleh perlambatan kenaikan harga energi dan melemahnya tekanan harga di sektor perumahan serta pangan. Inflasi inti juga turun menjadi 2,6%, sementara CPI bulanan mencatat kontraksi 0,4%, memperkuat indikasi bahwa tekanan inflasi mulai mereda setelah sebelumnya meningkat akibat lonjakan harga energi.
Harga minyak naik di atas USD85 per barel meski rencana biaya transit Selat Hormuz dibatalkan. Brent menguat untuk hari ketiga berturut-turut setelah meningkatnya ketegangan AS–Iran dan ancaman serangan lanjutan terhadap Iran kembali memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global, sementara AS tetap mempertahankan blokade terhadap aktivitas pelayaran Iran. Meski Presiden Trump membatalkan rencana pengenaan biaya 20% bagi kargo yang melintasi Selat Hormuz, pasar tetap fokus pada risiko geopolitik yang meningkat dan potensi gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
Yield UST turun setelah inflasi AS lebih rendah dari ekspektasi. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,57% setelah data inflasi Juni menunjukkan perlambatan yang lebih besar dari perkiraan, dengan inflasi headline turun ke 3,5% dan inflasi inti ke 2,6%. Data tersebut mendorong pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini, tercermin dari penurunan yield terutama pada tenor pendek yang sensitif terhadap prospek kebijakan moneter.
Europe
Yield obligasi Eropa tetap tinggi meski inflasi AS lebih rendah dari ekspektasi. Yield Bund Jerman tenor 10 tahun bertahan di sekitar 3,09% dan gilt Inggris mendekati 5% karena pasar masih mencermati risiko inflasi dari kenaikan harga energi akibat konflik AS–Iran, meskipun data inflasi AS yang lebih lemah membantu meredakan sebagian tekanan global pada pasar obligasi. Ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh ECB dan BoE juga tetap kuat, seiring kekhawatiran bahwa gangguan pasokan energi dapat memperlambat proses disinflasi di Eropa.
Asia
Pesanan mesin Jepang melemah, tenaga kerja Korea Selatan membaik. Pesanan mesin inti Jepang anjlok 12,4% MoM pada Mei 2026, jauh lebih lemah dari ekspektasi dan menjadi penurunan terdalam sejak 2019, mengindikasikan pelemahan investasi sektor swasta meskipun permintaan terkait semikonduktor dan AI masih kuat. Di sisi lain, tingkat pengangguran Korea Selatan turun menjadi 2,7% pada Juni 2026 menandakan pasar tenaga kerja mulai membaik meski sektor manufaktur masih menghadapi tekanan.
Yield obligasi Jepang turun, sementara Australia tetap tinggi. Yield JGB tenor 10 tahun turun ke sekitar 2,65% setelah pemerintah Jepang mengindikasikan dukungan terhadap permintaan aset domestik melalui dana pensiun dan insentif investasi, sehingga meredakan sebagian tekanan yang sebelumnya muncul akibat kekhawatiran ekspansi fiskal. Sebaliknya, yield obligasi Australia tenor 10 tahun bertahan di atas 4,88% seiring meningkatnya risiko inflasi akibat ketegangan di Timur Tengah, meskipun pasar masih memperkirakan ruang kenaikan suku bunga RBA yang terbatas hingga akhir tahun.
