bonds

    Fixed Income Daily Notes 14 April 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    14 April 2026 - 07.55am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 14 April 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 16-04-2026, 06:12

    Americas

    Penjualan rumah AS melemah, harga tetap mencetak rekor. Penjualan rumah eksisting di AS turun 3,6% MoM menjadi 3,98 juta unit (annualized) pada Maret 2026, terendah dalam sembilan bulan dan di bawah ekspektasi pasar, mencerminkan kehati‑hatian pembeli di tengah melemahnya kepercayaan konsumen dan pertumbuhan tenaga kerja yang lebih lunak. Meski persediaan rumah naik tipis menjadi setara 4,1 bulan pasokan, levelnya masih relatif ketat sehingga menopang harga. Kondisi pasokan yang terbatas ini terus mendorong akumulasi kekayaan pemilik rumah, meski aktivitas transaksi tetap tertahan.

    Harga WTI melemah seiring peluang negosiasi lanjutan AS–Iran. WTI turun lebih dari 2% ke bawah USD97 per barel setelah muncul sinyal AS dan Iran membuka ruang perundingan lanjutan untuk memperpanjang gencatan senjata sementara, meredam premi risiko geopolitik. Meski pembicaraan akhir pekan belum membuahkan kesepakatan dan produksi OPEC+ tercatat turun tajam akibat gangguan Selat Hormuz, fokus pasar kini beralih ke laporan bulanan IEA untuk kejelasan arah pasokan‑permintaan global.

    Yield Treasury turun, dolar melemah di tengah harapan negosiasi AS–Iran. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun sekitar 4 bps ke 4,30% seiring meningkatnya optimisme bahwa AS dan Iran berpeluang kembali ke meja perundingan, meski upaya negosiasi akhir pekan lalu belum menghasilkan kesepakatan dan sempat diikuti pengumuman blokade pengiriman minyak Iran oleh Presiden Donald Trump. Sentimen risk‑on tersebut turut menekan indeks dolar ke kisaran 98,3, dengan pelaku pasar mengurangi posisi safe‑haven setelah Trump menyebut Teheran telah menghubungi Washington untuk melanjutkan dialog, sehingga peluang de‑eskalasi konflik Timur Tengah kembali terbuka.

     

    Europe

    Penjualan ritel Inggris melonjak didorong efek Easter lebih awal. Penjualan ritel Inggris tumbuh kuat 3,1% YoY pada Maret 2026, jauh di atas ekspektasi pasar 0,9% dan menjadi laju tercepat sejak April 2025, terutama dipicu Easter yang jatuh lebih awal. Kinerja didorong lonjakan penjualan makanan sebesar 6,8% YoY, jauh melampaui rata‑rata 12 bulan, sementara penjualan non‑makanan hanya naik moderat 0,9% dan sektor pakaian masih tertahan.

    Yield obligasi Eropa naik seiring runtuhnya pembicaraan damai AS–Iran. Imbal hasil gilt Inggris 10 tahun naik ke sekitar 4,8% dan mendekati level tertinggi beberapa tahun terakhir, sementara yield Bund Jerman naik ke 3,06% dan BTP Italia bertahan tinggi di kisaran 3,85%, setelah gagalnya negosiasi damai AS–Iran kembali memicu lonjakan harga energi. Ancaman Presiden AS Donald Trump untuk memblokade Selat Hormuz mendorong harga minyak mentah memperdalam kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini membuat pasar kembali memperhitungkan sikap bank sentral yang lebih hawkish.

    Asia

    Trump ancam terapkan tarif 50% ke negara pendukung militer Iran. Presiden AS Donald Trump menegaskan negara mana pun yang memasok senjata ke Iran—termasuk China—akan dikenakan tarif hingga 50% atas seluruh ekspor ke AS, menyusul gagalnya perundingan damai AS–Iran. China membantah telah memberi dukungan militer ke Teheran, namun pernyataan Trump tetap menambah ketidakpastian geopolitik dan risiko eskalasi perdagangan global.

    Yield Jepang melonjak, obligasi China diburu sebagai safe haven. Imbal hasil JGB Jepang 10 tahun naik ke sekitar 2,48%, tertinggi sejak 1997, didorong lonjakan harga minyak dan meningkatnya risiko inflasi energi pasca gagalnya perundingan AS–Iran. Sebaliknya, yield obligasi China 10 tahun turun ke sekitar 1,80% karena aset China dinilai lebih defensif di tengah eskalasi geopolitik, dengan volatilitas yield yang jauh lebih terbatas dibandingkan AS dan Eropa.