PNM DORONG USAHA PEREMPUAN PESISIR NAIK KELAS LEWAT HILIRISASI
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
10 August 2026
22142227
IQPlus, (10/8) - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mendorong usaha ultramikro perempuan pesisir di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, meningkatkan nilai tambah hasil laut melalui program hilirisasi.
Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan pembiayaan menjadi pintu masuk untuk memperkuat usaha masyarakat, tetapi peningkatan kapasitas usaha menjadi faktor penting agar modal dapat menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar.
"Perubahan itu hadir dalam bentuk yang sederhana namun nyata, usaha yang tumbuh, pendapatan keluarga yang menguat, lapangan kerja yang terbuka, dan anak-anak yang mendapatkan kesempatan belajar lebih baik," kata Kindaris dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Upaya PNM dijalankan dengan menggabungkan akses pembiayaan, pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, legalitas, sertifikasi hingga perluasan pasar agar pelaku usaha tidak berhenti pada kegiatan ekonomi berskala subsisten.
Model pemberdayaan itu antara lain diterapkan di Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, kawasan Pulau Mengare, yang perekonomiannya bertumpu pada sektor perikanan, pertambakan, perdagangan hasil laut, dan industri olahan skala rumah tangga.
Menurut dia, ukuran keberhasilan pemberdayaan tidak hanya dilihat dari jumlah pembiayaan yang disalurkan, tetapi dari kemampuan usaha meningkatkan produksi, memperkuat pendapatan keluarga, memperluas pasar hingga menciptakan lapangan pekerjaan.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena sebagian besar potensi ekonomi Pulau Mengare bersumber dari sektor primer. Hasil perikanan dan tambak memiliki peluang menghasilkan nilai ekonomi lebih besar apabila tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas mentah, tetapi diolah menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi.
"Karena itu, PNM mendorong klasterisasi usaha dengan pendampingan yang mencakup peningkatan proses produksi, sertifikasi halal, legalitas usaha, penguatan merek hingga perbaikan kemasan," ujar Kindaris.
Pendekatan tersebut diharapkan memperpanjang rantai nilai ekonomi di tingkat lokal. Nilai tambah dari hasil laut tidak seluruhnya keluar bersama penjualan komoditas mentah, tetapi dapat dipertahankan di desa melalui kegiatan pengolahan, perdagangan, dan penciptaan pekerjaan baru.
Potensi tersebut cukup besar mengingat Desa Watuagung memiliki sekitar 3.000 penduduk. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, sebanyak 1.492 penduduk merupakan perempuan, sedangkan sekitar 60 persen masyarakat desa tercatat sebagai nasabah PNM Mekaar.
Besarnya keterlibatan masyarakat dalam pembiayaan ultra mikro sekaligus memperlihatkan posisi perempuan sebagai salah satu penggerak aktivitas ekonomi rumah tangga di kawasan pesisir.
Salah satunya terlihat dari usaha Lisminah, perempuan yang mempertahankan produksi terasi secara turun-temurun. Setelah mendapatkan pembiayaan dan pendampingan PNM Mekaar, usahanya berkembang baik dari kapasitas produksi, kualitas produk maupun pemasaran.
Usaha yang sebelumnya menjadi bagian dari aktivitas ekonomi keluarga tersebut kemudian berkembang menjadi sumber penghasilan utama dan membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Perkembangan usaha Lisminah menunjukkan bahwa pelaku usaha ultra mikro naik kelas tidak semata ditandai oleh meningkatnya plafon pembiayaan. Perubahan juga perlu tercermin dari produktivitas, kualitas produk, jangkauan pasar, legalitas, kekuatan merek hingga kemampuan menciptakan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
