BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    KEMENPERIN PERCEPAT EKOSISTEM BUS LISTRIK NASIONAL

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    20 May 2026

    13958477

    IQPlus, (20/5) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat pengembangan ekosistem bus listrik nasional melalui penguatan industri kendaraan listrik berbasis tingkat komponen dalam negeri (TKDN) serta percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan di sektor transportasi publik.

    Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Mahardi Tunggul Wicaksono mengatakan industri otomotif nasional saat ini dinilai siap mendukung era kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB), termasuk untuk sektor kendaraan berat seperti bus dan truk listrik.

    "Di Indonesia saat ini ada sembilan industri lokal yang memproduksi bus dan truk listrik. Kita telah mampu melayani kebutuhan angkutan barang hingga kendaraan layanan khusus," kata Mahardi saat pembukaan INAPA 2026 dan Busworld Southeast Asia 2026 di Jakarta, Rabu.

    Menurut dia, sejumlah produk bus listrik nasional bahkan telah mencapai nilai TKDN di atas 40 persen, termasuk pada sektor industri karoseri.

    Kementerian Perindustrian saat ini juga tengah merevisi regulasi terkait komponen utama TKDN untuk mendukung peningkatan kandungan lokal industri kendaraan listrik nasional.

    Mahardi menjelaskan regulasi tersebut akan menjadi instrumen tambahan untuk memperkuat implementasi aturan TKDN yang telah berlaku.

    "Kami sedang melakukan revisi per dirjen komponen utama TKDN bersama pelaku industri karoseri dan dalam waktu dekat regulasi itu diharapkan bisa diterbitkan," ujarnya.

    Ia mengatakan pemerintah juga akan tetap menerapkan kebijakan insentif kendaraan listrik berbasis TKDN guna memperkuat industri nasional sekaligus mempercepat transisi energi bersih.

    Menurut Mahardi, target minimum TKDN kendaraan listrik nasional pada 2026 ditetapkan mencapai 40 persen sesuai peta jalan pengembangan KBLBB nasional.

    Selain penguatan industri, percepatan elektrifikasi transportasi juga mulai tercermin dari komitmen sejumlah pemerintah daerah yang secara bertahap beralih menggunakan bus listrik untuk armada transportasi publik.

    Mahardi menilai langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

    Ia menambahkan, industri otomotif Indonesia saat ini memiliki fondasi kuat dengan 41 pabrikan kendaraan roda empat berkapasitas produksi mencapai 2,5 juta unit per tahun, investasi senilai Rp163 triliun, serta penyerapan lebih dari 69 ribu tenaga kerja langsung.

    "Dengan kolaborasi, dukungan investasi, dan komitmen bersama, kami yakin ekosistem industri otomotif Indonesia akan semakin tangguh, mandiri, dan berdaya saing global," kata Mahardi. (end)