EKONOM : PERGERAKAN RUPIAH DIIRINGI KETIDAKPASTIAN KONFLIK DI TIMTENG
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
16 April 2026
10542718
IQPlus, (16/4) - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan pergerakan kurs rupiah diiringi ketidakpastian konflik di Timur Tengah (Timteng).
"Meskipun terdapat optimisme terhadap potensi penyelesaian konflik di Timur Tengah, ketidakpastian masih tergolong tinggi," ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi, menguat 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp17.141 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.143 per dolar AS.
"Untuk perdagangan hari ini, rupiah diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp17.075-Rp17.200 per dolar AS," ungkap Josua.
Laporan menunjukkan Angkatan Laut AS telah mencegat delapan kapal tanker minyak yang masuk atau keluar dari pelabuhan Iran sejak blokade dimulai awal pekan ini, sehingga pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait and see sembari menunggu kejelasan arah perdamaian.
Saat ini, telah ada kemajuan proses diplomatik antara AS dan Iran terkait penyelesaian konflik, sementara harga minyak bertahan di bawah level 100 dolar AS per barel.
Pasar keuangan secara umum telah melonggarkan premi risiko yang sempat muncul pasca terjadinya eskalasi konflik pada akhir Februari 2026, seiring kedua pihak menuju putaran kedua negosiasi.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perang sudah sangat dekat dengan akhir, serta mengindikasikan bahwa Iran mulai terbuka terhadap kesepakatan damai, dengan pembicaraan lanjutan diperkirakan akan segera dilanjutkan.
Melihat sisi kebijakan moneter global, lanjut Josua, The Fed secara umum diperkirakan mempertahankan suku bunga kebijakannya, Fed Funds Rate (FFR), pada bulan ini dan kemungkinan sepanjang tahun 2026. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
