CORE: HILIRISASI TEKNOLOGI TINGGI TERHAMBAT EKOSISTEM BELUM SIAP
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
18 August 2026
22959366
IQPlus, (18/8) - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Dipo Satria Ramli menilai, rencana pemerintah untuk memperluas hilirisasi ke sektor semikonduktor, hingga manufaktur berteknologi tinggi masih menghadapi tantangan, karena ekosistem industri yang belum sepenuhnya siap.
Menurutnya, pemerintah saat ini perlu membangun ekosistem industri yang bisa mendukung investasi teknologi tinggi.
"Semangatnya baik, tapi nyatanya kontribusi manufaktur PDB masih rendah di Indonesia. Investor teknologi mencari ekosistem yang baik, bukan hanya tax holiday," kata Dipo di Jakarta, Selasa.
Sebagaimana diketahui, pemerintah menetapkan 8 Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), yang mencakup kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana; penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa; serta penurunan kemiskinan.
Salah satu agendanya, yakni perluasan hilirisais ke sektor semikonduktor, kedirgantaraan, dan manufaktur berteknologi tinggi.
Dipo menuturkan investor di sektor teknologi membutuhkan ekosistem usaha yang kuat, termasuk ketersediaan rantai pasok, kepastian usaha, logistik yang efisien, serta kepastian hukum. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
