Terakhir diperbarui: 04-11-2026, 03:16
Americas
Aktivitas manufaktur AS tetap kuat didorong investasi AI. ISM Manufacturing PMI naik ke 55,5 pada Okt-26, melampaui ekspektasi pasar dan mencatat salah satu laju ekspansi tercepat dalam hampir empat tahun terakhir. Kinerja tersebut didorong oleh peningkatan produksi dan pesanan baru, seiring kuatnya permintaan dari sektor AI, pusat data, semikonduktor, dan infrastruktur. Meski demikian, tekanan harga masih tinggi dan ketidakpastian terkait tarif, rantai pasok, serta belanja pelanggan menjadi faktor pembatas prospek manufaktur.
Harga minyak turun di tengah harapan de-eskalasi konflik Timur Tengah. Harga minyak Brent melemah ke sekitar USD104 per barel setelah meningkatnya optimisme terhadap peluang tercapainya kesepakatan diplomatik antara AS dan Iran. Sentimen pasar didukung oleh pernyataan pejabat Iran dan AS yang mengindikasikan kemajuan dalam negosiasi yang dimediasi Qatar, sehingga mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi di waktu dekat.
Yield UST turun di tengah meredanya kekhawatiran inflasi. Yield Treasury AS tenor 10 tahun turun ke 4,89%, level terendah sejak pertengahan September, seiring turunnya harga minyak dan meningkatnya harapan tercapainya solusi diplomatik atas konflik di Timur Tengah. Sentimen juga didorong oleh ekspektasi bahwa risiko gangguan pasokan energi dan tekanan inflasi akan berkurang dalam jangka pendek. Meski demikian, pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember tetap tinggi, dengan fokus investor kini beralih ke hasil pemilu sela AS dan rilis data tenaga kerja pekan ini.
Europe
Aktivitas manufaktur Zona Euro tetap ekspansif, namun momentum mulai melambat. PMI manufaktur Zona Euro turun tipis menjadi 52,7 pada Okt-26 dari level tertinggi empat tahun yang tercapai pada bulan sebelumnya, menunjukkan sektor manufaktur masih tumbuh meski laju ekspansinya melambat. Pertumbuhan pesanan baru dan produksi tetap positif, sementara aktivitas pembelian dan akumulasi persediaan mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, kenaikan biaya input akibat tekanan harga energi mendorong inflasi biaya produksi, optimisme bisnis mulai melemah dan berada di bawah rata-rata historis.
Yield obligasi Eropa turun di tengah meredanya harga energi dan fokus pada ECB. Yield Bund Jerman turun ke level terendah sejak akhir Agustus, sementara yield gilt Inggris juga melanjutkan pelemahannya setelah penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi dan mendukung permintaan obligasi. Di sisi lain, ECB tetap mempertahankan suku bunga dan mengadopsi pendekatan wait-and-see, sementara pasar masih mencermati risiko fiskal di Prancis serta prospek kebijakan moneter ECB dan BoE ke depan.
Asia
Dolar Australia melemah, yen tertekan jelang data tenaga kerja Jepang. Dolar Australia turun menjelang keputusan RBA pekan ini, dengan pasar semakin memperkirakan kenaikan suku bunga setelah inflasi tetap berada di atas target dan indikator harga bulanan kembali menguat. Sementara itu, yen Jepang melemah meskipun otoritas kembali mengingatkan kesiapan untuk menstabilkan nilai tukar, karena pasar masih menunggu data upah sebagai petunjuk arah kebijakan BoJ selanjutnya.
Yield obligasi Asia bergerak beragam dipengaruhi arah kebijakan bank sentral. Yield obligasi China turun setelah PBoC menggeser kerangka kebijakan moneternya ke suku bunga overnight yang lebih rendah, sementara data PMI yang kembali berada di zona kontraksi menegaskan lemahnya aktivitas ekonomi domestik. Di Australia, yield obligasi naik menjelang pertemuan RBA setelah inflasi yang tetap tinggi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga pada November. Sebaliknya, yield obligasi Jepang turun setelah BoJ mempertahankan suku bunga, meski sinyal bahwa inflasi telah mencapai target 2% menjaga peluang kenaikan suku bunga pada Desember tetap terbuka.
