bonds

    Fixed Income Daily Notes 26 May 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    26 May 2026 - 07.59am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 26 May 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 27-05-2026, 01:15

    Americas

    Sentimen konsumen AS jatuh, ekspektasi inflasi meningkat tajam. Indeks kepercayaan konsumen University of Michigan turun ke 44,8 pada Mei 2026—level terendah sepanjang sejarah—dipicu lonjakan harga bensin akibat gangguan pasokan di Selat Hormuz yang menekan daya beli, terutama pada kelompok berpendapatan rendah. Kondisi ini turut mendorong kenaikan ekspektasi inflasi, dengan outlook satu tahun naik ke 4,8% dan ekspektasi jangka panjang ke 3,9%, mencerminkan kekhawatiran bahwa tekanan harga akan semakin meluas dan lebih persisten.

                                                       

    Harga WTI stabil di kisaran USD 91 di tengah optimisme negosiasi AS–Iran. Harga minyak WTI bertahan di sekitar USD 91 per barel setelah penurunan tajam sebelumnya, seiring meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan AS–Iran yang dapat membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan pasokan global. Meski demikian, ketidakpastian tetap tinggi karena sejumlah isu utama belum terselesaikan dan risiko eskalasi masih membayangi, sehingga volatilitas harga energi diperkirakan tetap tinggi.

    Yield UST turun tipis di tengah meredanya kekhawatiran inflasi. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,56% seiring membaiknya sentimen pasar setelah optimisme negosiasi AS–Iran yang menekan harga energi, meski kondisi tetap volatil. Namun demikian, yield masih relatif tinggi karena harga minyak tetap elevated dibanding pra‑konflik, sehingga mempertahankan tekanan inflasi dan mendorong ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed pada akhir tahun, dengan aktivitas pasar obligasi sempat lebih sepi menjelang libur di AS.

     

    Europe

    Inflasi ritel Inggris naik didorong biaya non‑pangan. Inflasi harga toko Inggris meningkat menjadi 1,2% YoY pada Mei 2026, terutama dipicu rebound biaya non‑food akibat tekanan biaya logistik dan bahan baku di tengah konflik Timur Tengah. Namun, perlambatan inflasi pangan ke level terendah dalam setahun membantu menahan kenaikan inflasi secara keseluruhan, mencerminkan dinamika harga yang masih mixed di sektor konsumsi.

    Yield Eropa turun di tengah harapan de‑eskalasi dan pelemahan aktivitas ekonomi. Yield Gilt Inggris turun ke bawah 4,9% dan Bund Jerman ke bawah 3% seiring optimisme negosiasi AS–Iran yang menekan harga minyak, sementara data ekonomi yang lemah seperti kontraksi PMI dan penjualan ritel mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga. Kondisi ini mencerminkan meredanya tekanan inflasi jangka pendek, meski pasar tetap mencermati risiko geopolitik dan prospek kebijakan moneter ke depan.

    Asia

    FDI China turun, investasi high‑tech tetap kuat. Arus investasi asing langsung (FDI) ke China turun 10,3% YoY menjadi CNY 287,7 miliar pada Januari–April 2026, mencerminkan tekanan eksternal dan perlambatan ekonomi global. Namun, investasi pada sektor high‑tech tetap tumbuh signifikan dan menyumbang lebih dari 40% total FDI, menunjukkan pergeseran minat investor ke sektor bernilai tambah tinggi meski aliran investasi secara keseluruhan melemah.

    Yield obligasi Jepang dan Australia turun seiring harapan meredanya tekanan energi. Yield obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun melemah ke sekitar 2,71% seiring turunnya harga minyak akibat optimisme kesepakatan AS–Iran, meski tetap dekat level tertinggi multi‑dekade di tengah ekspektasi kebijakan BOJ yang masih hati‑hati, sementara yield Australia turun ke bawah 4,9% dipicu pelemahan pasar tenaga kerja yang menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga meskipun risiko inflasi global belum sepenuhnya hilang.