Terakhir diperbarui: 25-08-2026, 13:09
Americas
Aktivitas bisnis AS capai level tertinggi sejak 2022. Indeks PMI Komposit AS naik ke 56 pada Agustus 2026, menandai ekspansi terkuat sejak April 2022, didorong oleh pemulihan kuat sektor jasa yang mampu mengimbangi perlambatan aktivitas manufaktur. Permintaan yang tetap solid juga mendorong percepatan perekrutan tenaga kerja serta peningkatan optimisme dunia usaha terhadap prospek ekonomi ke depan. Meski tekanan biaya input masih relatif tinggi akibat kenaikan harga energi, inflasi harga jual menunjukkan tanda-tanda moderasi yang dapat membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi yang berkelanjutan.
Harga minyak bertahan dekat USD 94 per barel di tengah sinyal beragam dari Iran. Harga minyak relatif stabil setelah muncul indikasi bahwa Iran terbuka untuk mengakhiri konflik dengan AS, meski Washington tetap berencana memperketat sanksi ekonomi terhadap Teheran. Di tengah sinyal yang saling bertolak belakang tersebut, harga minyak masih mencatat kenaikan lebih dari 5% dalam sepekan.
Yield UST kembali mendekati puncak 20 bulan meski Treasury perbesar buyback obligasi. Imbal hasil UST tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,74%, menghapus seluruh penurunan sebelumnya karena investor masih meragukan efektivitas program buyback obligasi pemerintah dalam menahan kenaikan biaya pinjaman jangka panjang. Tekanan pada pasar obligasi tetap berasal dari tingginya kebutuhan penerbitan utang pemerintah dan korporasi terkait AI, serta kekhawatiran inflasi yang dipicu kenaikan harga energi. Kondisi ini menunjukkan term premium UST masih cenderung meningkat di tengah ketidakpastian inflasi dan prospek kebijakan moneter AS.
Europe
Ekspektasi inflasi Eurozone mereda, kepercayaan konsumen terus membaik. Ekspektasi inflasi konsumen Eurozone untuk satu hingga tiga tahun ke depan turun pada Juli 2026, mengindikasikan tekanan harga jangka menengah mulai lebih terkendali meskipun ketidakpastian geopolitik masih tinggi. Di saat yang sama, indeks kepercayaan konsumen meningkat untuk bulan keempat berturut-turut dan mencapai level terbaik sejak Februari, mencerminkan perbaikan sentimen terhadap prospek ekonomi kawasan.
Yield obligasi Eropa bertahan tinggi di tengah risiko inflasi energi. Yield Bund Jerman tenor 10 tahun bertahan dekat level tertinggi sejak 2011, sementara yield Gilt Inggris tetap di level tinggi seiring kenaikan harga energi yang kembali memicu kekhawatiran inflasi. Meski ekspektasi inflasi konsumen Eurozone mulai menurun dan aktivitas bisnis menunjukkan perbaikan, pasar masih memperkirakan ECB dan BoE akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama.
Asia
Yen stabil, inflasi Jepang menguat dan spekulasi kenaikan suku bunga meningkat. Yen Jepang bertahan di sekitar JPY 159 per USD setelah data menunjukkan inflasi kembali meningkat pada Juli, memperkuat ekspektasi pasar bahwa Bank of Japan dapat melanjutkan normalisasi kebijakan moneter dalam waktu dekat. Kenaikan harga pangan menjadi salah satu pendorong utama inflasi, sementara pasar semakin memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga tambahan setelah sinyal hawkish dari pejabat BoJ.
Yield JGB dan obligasi Australia naik mengikuti tekanan di pasar obligasi global. Yield obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun kembali naik mendekati 2,9% di tengah inflasi yang menguat dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan dalam beberapa bulan mendatang. Sementara itu, yield obligasi Australia bertahan di atas 5,0% seiring keraguan pasar terhadap efektivitas langkah pemerintah AS dalam menekan biaya pinjaman jangka panjang. Kombinasi ekspektasi pengetatan moneter dan tingginya yield UST terus menjaga tekanan pada pasar obligasi global.
