bonds

    Fixed Income Daily Notes 24 April 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    24 April 2026 - 08.28am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 24 April 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 26-04-2026, 20:11

    Americas

    Manufaktur AS menguat tajam, pasar tenaga kerja tetap solid. Indeks S&P Global US Manufacturing PMI melonjak ke 54,0 pada April 2026, level tertinggi sejak Mei 2022, didorong lonjakan produksi dan pesanan baru yang mencapai laju tercepat hampir empat tahun. Di sisi tenaga kerja, klaim pengangguran awal naik tipis ke 214 ribu dan klaim berlanjut ke 1,821 juta, namun tetap jauh di bawah rata‑rata tahun lalu, menegaskan kondisi pasar tenaga kerja AS masih relatif ketat dengan tingkat PHK yang rendah.

    Yield US Treasury dan dolar AS bertahan kuat di tengah tensi AS–Iran. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun bertahan di sekitar 4,3% seiring ketegangan AS–Iran yang masih tinggi dan gangguan berlanjut di Selat Hormuz menjaga harga minyak jauh di atas level pra‑konflik. Situasi ini menopang dolar AS mendekati level tertinggi dua pekan, sementara pasar semakin mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan kini hanya melihat peluang terbatas untuk penurunan suku bunga menjelang akhir tahun.

     

    Europe

    Manufaktur Zona Euro menguat, tetapi kehati-hatian meningkat. Indeks PMI Manufaktur Zona Euro naik ke 52,2 pada April 2026, melampaui ekspektasi dan menjadi perbaikan kondisi bisnis terkuat sejak Mei 2022, didorong oleh percepatan produksi dan lonjakan pesanan baru, termasuk kenaikan ekspor pertama sejak awal 2022. Di sisi lain, ketenagakerjaan sektor manufaktur masih terkontraksi, tekanan inflasi meningkat, dan kepercayaan bisnis turun ke level terendah 17 bulan, menandakan pelaku usaha tetap waspada ke depan meski aktivitas jangka pendek membaik.

    Kepercayaan konsumen Inggris terpukul risiko ekonomi dan harga energi. Indeks kepercayaan konsumen GfK Inggris turun tajam 4 poin ke -25 pada April 2026, menjadi level terendah sejak Oktober 2023 dan penurunan terbesar dalam setahun, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran rumah tangga terhadap dampak ekonomi dari eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Kekhawatiran meluas pada kondisi keuangan pribadi dan prospek ekonomi nasional, dengan tekanan utama berasal dari kenaikan energi.

    Yield obligasi Inggris dan Jerman melonjak di tengah eskalasi konflik AS–Iran. Imbal hasil gilt Inggris tenor 10 tahun menembus 4,95%, tertinggi sejak 2008, seiring memanasnya tensi AS–Iran dan lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi, ditambah tekanan politik domestik serta defisit anggaran Maret yang masih di atas proyeksi meski membaik. Di Jerman, yield Bund 10 tahun naik menuju 3,05%, tertinggi sejak 2011, di tengah kebuntuan diplomasi, perpanjangan gencatan senjata tanpa kemajuan negosiasi, dan melonjaknya harga energi yang menekan aktivitas sektor swasta serta memaksa pemerintah memangkas proyeksi pertumbuhan 2026.

    Asia

    Inflasi Jepang naik tipis, tekanan harga inti masih di bawah target BOJ. Inflasi tahunan Jepang meningkat menjadi 1,5% pada Maret 2026 dari 1,3% pada Februari, didorong kenaikan biaya transportasi dan harga sejumlah kebutuhan rumah tangga di tengah dampak ketegangan Timur Tengah. Meski demikian, tekanan harga masih tertahan oleh subsidi energi yang membuat harga listrik dan gas terus turun, serta perlambatan inflasi pangan. Inflasi inti naik ke 1,8% namun tetap berada di bawah target 2% Bank of Japan, sementara inflasi bulanan mencatat kenaikan tertinggi sejak awal 2025, menunjukkan tekanan harga mulai menguat namun masih tergolong moderat.

    Yield di Asia beragam. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun bertahan di sekitar 2,4% seiring pelaku pasar menunggu sikap Bank of Japan yang diperkirakan menahan suku bunga bulan ini sambil menilai dampak konflik Timur Tengah, dengan peluang sinyal normalisasi paling cepat pada Juni. Di Australia, yield 10 tahun bergerak datar di kisaran 5% dekat level tertinggi multi‑dekade, didukung pemulihan aktivitas PMI domestik namun tetap dibayangi risiko inflasi energi.