bonds

Fixed Income Daily Notes 20 Oct 2026

Perusahaan

Fixed Income

Terbit Pada

20 October 2026 - 07.30am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 20 Oct 2026

Lihat

Terakhir diperbarui: 21-10-2026, 06:34

Americas

Kepercayaan pelaku properti AS turun akibat tingginya biaya pembiayaan. Kepercayaan pengembang perumahan AS kembali melemah dan menyentuh level terendah sejak 2012 seiring tingginya suku bunga KPR, biaya konstruksi, dan tantangan keterjangkauan yang menekan minat pembeli. Ekspektasi penjualan dalam enam bulan ke depan serta jumlah calon pembeli yang datang juga menurun, sementara semakin banyak pengembang yang memangkas harga untuk mendorong permintaan. Kondisi ini menunjukkan sektor perumahan AS masih menghadapi tekanan meskipun kebutuhan terhadap hunian tetap ada.

Harga minyak bertahan tinggi di tengah risiko geopolitik. Harga minyak Brent tetap berada di atas USD109 per barel seiring pasar mencermati meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan Eropa Timur yang berpotensi mengganggu pasokan energi global. Meski arus ekspor minyak dari Teluk Persia dilaporkan mulai pulih, serangan terhadap kapal komersial di sekitar Selat Hormuz serta berlanjutnya konflik antara Iran, Houthi, Arab Saudi, Rusia, dan Ukraina terus menopang geopolitical risk premium di pasar energi.

Yield UST naik seiring pasar cermati prospek kebijakan The Fed. Yield Treasury AS tenor 10 tahun bergerak lebih tinggi setelah pasar terus mengevaluasi arah kebijakan The Fed di tengah data inflasi yang masih lebih tinggi dari perkiraan. Komentar Ketua The Fed Kevin Warsh yang tidak memberikan sinyal jelas terkait keputusan FOMC bulan ini memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan dipertahankan dalam waktu dekat, meski peluang kenaikan suku bunga pada Desember masih tetap tinggi. Di sisi lain, harga minyak yang masih bertahan pada level tinggi turut menjaga kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi ke depan.

Europe

Euro melemah dipicu risiko politik dan fiskal Eropa. Euro bertahan dekat level terendah dalam beberapa bulan terakhir seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek fiskal Prancis di tengah gelombang protes yang berpotensi menghambat implementasi kebijakan penghematan menjelang pemilu 2027. Sentimen juga terbebani oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik setelah memburuknya hubungan antara Ukraina dan AS, sementara tingginya biaya energi dan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi terus menekan mata uang kawasan.

Yield obligasi Eropa naik dipicu kekhawatiran fiskal Prancis. Yield obligasi pemerintah Eropa bergerak lebih tinggi setelah gelombang protes dan kerusuhan di Prancis meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas politik dan prospek fiskal negara tersebut menjelang pemilu 2027. Kenaikan yield paling terlihat pada obligasi Prancis, sementara Italia dan Inggris juga ikut terdampak oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal kawasan Eropa. Selain itu, ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran inflasi yang masih bertahan turut menjaga tekanan terhadap pasar obligasi Eropa.

Asia

Ekonomi China tumbuh lebih kuat, produksi industri meningkat. Ekonomi China tumbuh melampaui ekspektasi pada kuartal III 2026, didukung oleh pelonggaran kebijakan, ketahanan ekspor, serta kuatnya permintaan terhadap produk teknologi dan komponen terkait AI. Aktivitas ekonomi pada September juga menunjukkan perbaikan, dengan produksi industri mencatat pertumbuhan tercepat dalam enam bulan yang didorong oleh sektor manufaktur, utilitas, dan pemulihan sektor pertambangan.

Yield obligasi Asia bergerak beragam dipengaruhi kebijakan dan data ekonomi. Yield obligasi Jepang turun mendekati level terendah dalam lima minggu setelah PM Sanae Takaichi menegaskan komitmen terhadap disiplin fiskal dan pengelolaan penerbitan utang yang hati-hati untuk menjaga stabilitas keuangan negara. Sebaliknya, yield obligasi China menguat setelah data menunjukkan pertumbuhan ekonomi dan aktivitas domestik yang lebih baik dari perkiraan, memperkuat optimisme terhadap prospek pemulihan ekonomi.