Terakhir diperbarui: 22-02-2026, 06:16
Americas
Pending home sales AS turun, sementara klaim pengangguran awal melemah. Pending home sales AS turun 0.8% MoM pada Januari di tengah tekanan berlanjut di pasar perumahan, sedangkan initial jobless claims merosot ke 206 ribu, menandakan pasar tenaga kerja tetap tangguh meski continuing claims sedikit naik. Perbaikan klaim ini menegaskan bahwa pelemahan permintaan perumahan lebih dipengaruhi keterbatasan pasokan dibanding kondisi tenaga kerja.
Harga minyak naik seiring meningkatnya risiko geopolitik. Brent naik ke sekitar USD71.5 per barel dan WTI ke USD66.5 setelah tensi AS–Iran memicu kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz, yang menampung sekitar sepertiga perdagangan minyak global via laut. Kenaikan harga diperkuat oleh data EIA yang menunjukkan stok minyak AS turun 9 juta barel, berlawanan dengan ekspektasi kenaikan sehingga menambah momentum reli.
UST 10Y naik di atas 4.1% karena data AS solid dan nada Fed lebih hawkish. Yield Treasury AS tenor 10 tahun kembali naik melampaui 4.1% setelah data ekonomi yang kuat dan sikap hawkish The Fed menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga yang agresif tahun ini, ditambah tensi AS–Iran yang mengangkat harga minyak dan risiko inflasi. Notulen FOMC menunjukkan pembuat kebijakan terbelah, dengan beberapa membuka peluang kenaikan suku bunga bila inflasi tetap tinggi. DXY menguat menuju 98 seiring ekspektasi easing yang lebih moderat, meski pasar masih melihat dua kali pemangkasan 25 bps sebelum akhir tahun.
Europe
Kepercayaan konsumen Zona Euro naik tipis ke -12.2 pada Februari. Indeks kepercayaan konsumen Zona Euro naik 0.2 poin menjadi -12.2 pada Februari, level tertinggi sejak November 2024 meski masih sedikit di bawah perkiraan -11.8. Di tingkat Uni Eropa, sentimen tetap di -11.7, tidak berubah dari bulan sebelumnya, menandakan sikap rumah tangga yang masih berhati‑hati karena indeks keduanya masih berada di bawah rata‑rata jangka panjang.
Yield Eropa turun dipicu inflasi Inggris yang melemah dan isu suksesi Lagarde.
Yield gilt Inggris tenor 10 tahun turun ke 4.37%, level terendah sejak pertengahan Januari, setelah inflasi Januari melandai ke 3.0% YoY dan core inflation melemah ke 3.1% di tengah data tenaga kerja yang lebih lemah, sehingga pasar mempercepat ekspektasi pemangkasan suku bunga BoE mulai Maret–April. Di Jerman, Bund 10Y tetap di bawah 2.75% menyusul laporan bahwa Christine Lagarde mempertimbangkan mundur lebih awal dari posisi Presiden ECB, sementara pergerakan yield juga dipengaruhi penurunan UST dan meningkatnya permintaan govies terkait volatilitas pasar saham berbasis AI.
Asia
Inflasi Jepang turun sementara sektor jasa tetap ekspansif. Inflasi Jepang melandai ke 1.5% di Januari, level terendah sejak 2022, sementara core inflation turun ke 2.0% dan CPI bulanan kembali negatif. Laju harga yang mereda kontras dengan sektor jasa yang tetap kuat, tercermin dari Services PMI yang naik ke 53.8 dan bertahan di zona ekspansi. Perpaduan inflasi yang jinak dan aktivitas jasa yang solid memberi ruang bagi bank sentral untuk menjaga kebijakan tetap akomodatif. Namun, tren penurunan harga juga menegaskan bahwa momentum pemulihan domestik masih rapuh dan bergantung pada kebijakan lanjutan.
Yield JGB dan CGB bergerak berlawanan diterpa sentimen fiskal–geopolitik. Yield JGB 10 tahun bertahan di sekitar 2.15% mendekati level terendah enam minggu, dengan minat lelang JGB 20 tahun melemah karena penurunan yield menekan daya tarik investor, sementara volatilitas sebelumnya dipicu usulan pemotongan pajak makanan dan mereda setelah kemenangan besar PM Takaichi. Di China, yield CGB 10 tahun naik menuju 1.80% menjelang libur Imlek saat investor bersikap hati‑hati, didukung arahan perbankan untuk membatasi eksposur UST serta sinyal kebijakan moneter yang tetap longgar.
