bonds

    Fixed Income Daily Notes 2 February 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    02 February 2026 - 08.04am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 2 February 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 04-02-2026, 10:08

    Americas

    Defisit dagang AS melebar tajam pada November 2025. Defisit perdagangan AS melebar signifikan ke USD 56,8 miliar pada November dari USD 29,2 miliar di Oktober, jauh di atas perkiraan, di tengah volatilitas akibat perubahan kebijakan tarif pemerintahan Trump. Impor naik 5% menjadi USD 348,9 miliar, terutama karena lonjakan pembelian farmasi dan komputer, sementara ekspor turun 3,6% menjadi USD 292,1 miliar akibat penurunan emas nonmoneter, produk farmasi, dan minyak mentah. Defisit melebar terhadap Vietnam, China, dan Uni Eropa, sementara sedikit menyempit terhadap Meksiko dan Taiwan.

    Emas–perak koreksi tajam setelah reli ekstrem dan sentimen hawkish AS. Harga perak jatuh lebih dari 25% ke sekitar USD 84 per ounce dan emas turun di bawah USD 4.850 akibat aksi ambil untung setelah reli besar yang membawa keduanya ke rekor tertinggi. Sentimen makin tertekan oleh penunjukan Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed, serta ketegangan geopolitik yang meningkat imbas kebijakan tarif Presiden Trump.

    UST dan DXY naik setelah Warsh dinominasikan sebagai calon Ketua The Fed. Yield UST 10 tahun bertahan di atas 4,25% menyusul pengumuman Presiden Trump yang menominasikan Kevin Warsh (figur yang dikenal lebih hawkish) sebagai calon Ketua The Fed, sehingga pasar tetap mempertahankan ekspektasi dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini. Di sisi lain, indeks dolar naik ke 96,7 karena pasar menilai Warsh dapat menjaga independensi The Fed meski masih mendukung penurunan suku bunga secara moderat.

     

    Europe

    Ekonomi Zona Euro tumbuh moderat di Q4 meski tetap di atas ekspektasi. Ekonomi Zona Euro tumbuh 0,3% QoQ pada Q4 2025 (sesuai kuartal sebelumnya dan sedikit melampaui perkiraan) didukung kinerja kuat Spanyol dan Belanda, sementara Jerman dan Italia juga mencatat 0,3% QoQ dan Prancis 0,2%. Secara tahunan, ekonomi kawasan naik 1,3% di Q4 dan 1,5% sepanjang 2025, lebih tinggi dari 0,9% pada 2024 dan proyeksi Komisi Eropa. Pertumbuhan diperkirakan melambat ke 1,2% pada 2026 di tengah tensi geopolitik dan ketidakpastian kebijakan perdagangan, sebelum rebound tipis ke 1,4% pada 2027.

    Yield Prancis dan Jerman turun jelang rapat ECB. Yield OAT Prancis stabil sedikit di atas 3,4% dan Bund Jerman turun menuju 2,85% karena pasar mengantisipasi potensi pelonggaran ECB di tengah penguatan euro yang dinilai bisa menekan inflasi. Ekspektasi rate cut September naik ke sekitar 30% setelah komentar Kocher yang memperingatkan dampak apresiasi euro. Kondisi politik Prancis yang memanas terkait pengesahan anggaran serta data pertumbuhan Jerman dan Zona Euro yang naik 0,3% QoQ mendorong pergerakan yield lebih rendah.

    Asia

    PMI manufaktur China melemah di awal 2026. PMI manufaktur resmi NBS China turun ke 49,3 pada Januari dari 50,1 di Desember, kembali masuk fase kontraksi akibat permintaan yang lesu dan sentimen bisnis yang masih berhati‑hati. Pesanan baru jatuh ke 49,2, output melambat ke 50,6, dan penjualan ekspor turun lebih jauh ke 47,8. Aktivitas pembelian merosot tajam, sementara indeks harga input melonjak ke 56,1 (kenaikan tercepat dalam enam bulan) dan harga jual kembali berekspansi ke 50,6.

    Yield Jepang–China kompak turun didorong permintaan kuat dan likuiditas longgar. Yield JGB 10 tahun turun ke sekitar 2,27% setelah lelang obligasi 40 tahun dan 2 tahun mencatat permintaan tinggi, menenangkan kekhawatiran fiskal pasca usulan penghapusan pajak makanan yang sempat memicu aksi jual. Pasar juga mencermati pemilu kilat 8 Februari dan sinyal BOJ yang masih membuka peluang kenaikan suku bunga. Di China, yield 10 tahun turun menuju 1,80% karena lonjakan permintaan obligasi didukung injeksi likuiditas besar PBOC, lemahnya permintaan kredit, serta perpindahan dana dari saham ke obligasi.