bonds

Fixed Income Daily Notes 19 Aug 2026

Perusahaan

Fixed Income

Terbit Pada

19 August 2026 - 08.25am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 19 Aug 2026

Lihat

Terakhir diperbarui: 21-08-2026, 04:53

Americas

Sektor perumahan AS masih lemah. Housing starts di AS turun 12,4% MoM pada Juli 2026 menjadi 1,24 juta unit, jauh di bawah ekspektasi pasar dan mendekati level terendah dalam enam tahun terakhir. Pada saat yang sama, pending home sales juga turun 2,3% MoM untuk bulan kedua berturut-turut, mencerminkan tingginya suku bunga KPR dan harga rumah yang masih menekan permintaan properti. Kondisi ini memperkuat indikasi perlambatan sektor perumahan AS dan mendukung pandangan bahwa The Fed tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga lebih lanjut, meskipun risiko inflasi dari sisi energi masih perlu dicermati.

Harga minyak terus menguat. Harga minyak naik ke sekitar USD85 per barel dan mencatat kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut setelah prospek tercapainya kesepakatan baru antara AS dan Iran semakin memudar. Ketidakpastian terkait pengelolaan Selat Hormuz tetap menjadi faktor utama yang menopang harga energi, sementara insiden keamanan terhadap kapal yang melintasi jalur tersebut menambah kekhawatiran terhadap risiko gangguan pasokan global.

Yield UST naik ke level tertinggi dalam 20 bulan. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun kembali naik mendekati 4,75%, didorong kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama akibat tingginya harga energi dan meningkatnya pasokan obligasi di pasar. Selain risiko inflasi dari berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah, pasar juga mencermati lonjakan penerbitan obligasi korporasi AS, terutama dari sektor AI, yang meningkatkan suplai instrumen pendapatan tetap dan menekan permintaan terhadap Treasury. Kondisi ini membuat investor tetap meminta premi yang lebih tinggi untuk memegang obligasi tenor panjang meskipun data inflasi terbaru menunjukkan tanda-tanda moderasi.

Europe

Sentimen ekonomi Eurozone membaik. Indeks Sentimen Ekonomi ZEW Eurozone naik menjadi 31,4 pada Agustus 2026, level tertinggi dalam enam bulan dan melampaui ekspektasi pasar, menandai peningkatan selama tiga bulan berturut-turut. Hasil tersebut menambah indikasi bahwa aktivitas ekonomi Eurozone tetap cukup resilien meskipun masih menghadapi tantangan dari ketidakpastian global dan harga energi yang relatif tinggi.

Yield obligasi Eropa naik ke level tertinggi dalam lebih dari satu dekade. Yield OAT Prancis tenor 10 tahun naik di atas 4,1%, tertinggi sejak 2008, sementara Bund Jerman tenor 10 tahun menembus 3,25%, level tertinggi sejak 2011. Kenaikan yield didorong oleh kombinasi kekhawatiran inflasi akibat harga energi yang tetap tinggi, berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah, serta meningkatnya perhatian pasar terhadap keberlanjutan fiskal di sejumlah negara maju. Di Eropa, pasar kini semakin yakin ECB akan kembali menaikkan suku bunga pada September mendatang.

Asia

Yen tetap tertekan, konsumen Australia membaik. Yen Jepang melemah kembali ke atas level 159,5 per USD akibat meningkatnya kekhawatiran fiskal, tingginya harga energi, serta masih lebarnya selisih suku bunga dengan AS, meskipun pasar semakin memperkirakan Bank of Japan dapat menaikkan suku bunga pada September. Sementara itu, indeks keyakinan konsumen Australia naik 6,0% MoM pada Agustus 2026, mencatat kenaikan tercepat sejak akhir 2025, didorong berkurangnya kekhawatiran kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Yield Jepang dan Australia kembali naik. Yield obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik ke sekitar 2,95%, level tertinggi sejak 1996, didorong meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan dalam waktu dekat di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi, pelemahan yen, dan kekhawatiran terhadap kebijakan fiskal pemerintah. Sementara itu, yield obligasi pemerintah Australia tenor 10 tahun mendekati 5,1%, mengikuti kenaikan yield global di tengah kekhawatiran inflasi dan meningkatnya pasokan obligasi. Pasar kini menantikan data ketenagakerjaan Australia untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan Reserve Bank of Australia.