Terakhir diperbarui: 19-07-2026, 08:07
Americas
Penjualan ritel AS tetap solid, namun sektor perumahan mulai melemah. Penjualan ritel AS naik 0,2% MoM pada Juni 2026 setelah meningkat 1,0% pada bulan sebelumnya, menunjukkan konsumsi rumah tangga masih cukup resilien meski harga energi yang lebih rendah menekan penjualan di SPBU. Di sisi lain, pending home sales turun 5,4% MoM, penurunan terbesar sejak Desember 2025, mengindikasikan tingginya suku bunga KPR dan harga rumah masih membatasi aktivitas di sektor properti.
Harga minyak bertahan di sekitar USD80 per barel di tengah meningkatnya risiko pasokan global. Harga minyak tetap berada di kisaran tertinggi satu bulan terakhir setelah eskalasi konflik AS–Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur distribusi energi, termasuk potensi gangguan pada Selat Hormuz dan Laut Merah. Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh penurunan lalu lintas tanker di Selat Hormuz, yang memperkuat kekhawatiran terhadap pasokan minyak global meski volatilitas masih tinggi.
Yield UST naik kembali didorong ekspektasi suku bunga dan ketahanan ekonomi AS. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,60% setelah data penjualan ritel dan klaim pengangguran menunjukkan aktivitas ekonomi serta pasar tenaga kerja masih solid, sementara kenaikan harga minyak akibat konflik AS–Iran kembali memunculkan kekhawatiran inflasi energi. Kondisi tersebut membuat pasar tetap mempertahankan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed tahun ini, sekaligus mendorong penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang utama.
Europe
Surplus perdagangan Eurozone menyusut tajam, sementara ekonomi Inggris tetap tumbuh moderat. Kawasan Euro mencatat defisit perdagangan sebesar EUR7,8 miliar pada Mei 2026, berbalik dari surplus EUR15 miliar setahun sebelumnya akibat lonjakan impor energi dan melemahnya kinerja ekspor ke sejumlah mitra utama, termasuk AS dan China. Penurunan surplus perdagangan ini mengindikasikan tekanan eksternal yang masih membayangi aktivitas ekonomi kawasan.
Yield obligasi Eropa bertahan tinggi didorong ekspektasi pengetatan moneter. Yield gilt Inggris tenor 10 tahun berada di sekitar 4,97% dan Bund Jerman naik di atas 3,1% seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga minyak yang dipicu ketegangan di Timur Tengah. Pasar kini memperkirakan BoE dan ECB masih berpeluang melanjutkan kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, meskipun sejumlah pejabat bank sentral tetap menekankan pendekatan yang hati-hati terhadap prospek inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Asia
Surplus perdagangan Singapura mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu tahun. Singapura membukukan surplus perdagangan sebesar SGD13,8 miliar pada Juni 2026, yang merupakan level tertinggi sejak April 2025. Kinerja ini menunjukkan sektor eksternal Singapura masih tetap kuat di tengah ketidakpastian perdagangan global, sekaligus mendukung ketahanan ekonomi yang sebelumnya juga ditopang oleh aktivitas manufaktur dan ekspor berteknologi tinggi yang solid.
Yield obligasi Jepang stabil, sementara Korea Selatan masuk fase pengetatan moneter. Yield JGB tenor 10 tahun bertahan di sekitar 2,69% setelah komentar pemerintah terkait dana pensiun dan insentif investasi membantu meredakan sebagian tekanan di pasar obligasi, meski kekhawatiran terhadap ekspansi fiskal dan inflasi masih bertahan. Sementara itu, yield obligasi Korea Selatan tetap berada di level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun setelah Bank of Korea menaikkan suku bunga ke 2,75% dan mengindikasikan ruang pengetatan lebih lanjut di tengah inflasi yang masih di atas target serta pertumbuhan ekonomi yang didukung kuatnya sektor semikonduktor dan AI.
