bonds

    Fixed Income Daily Notes 12 February 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    12 February 2026 - 07.59am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 12 February 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 13-02-2026, 00:46

    Americas

    Payroll AS melonjak, revisi data tunjukkan pelemahan 2025 lebih dalam. Ekonomi AS menambah 130 ribu pekerjaan pada Januari 2026, jauh di atas ekspektasi 70 ribu dan naik tajam dari revisi Desember yang hanya 48 ribu. Kenaikan terutama berasal dari kesehatan (82 ribu), bantuan sosial (42 ribu), dan konstruksi (33 ribu), sementara manufaktur menambah 5 ribu pekerjaan. Pemerintah kehilangan 34 ribu pekerjaan dan sektor keuangan turun 22 ribu.

    Pejabat Fed Kansas City minta suku bunga tetap restriktif. Gubernur Fed Kansas City Jeff Schmid menilai suku bunga perlu dipertahankan lebih lama karena inflasi masih terlalu tinggi dan permintaan belum cukup melemah. Ia menolak pemangkasan tambahan dan menekankan pentingnya independensi The Fed serta perlunya neraca bank sentral kembali netral. Pernyataan ini sejalan dengan Gubernur Cleveland Beth Hammack yang juga ingin suku bunga ditahan, tetapi berbeda dengan Deputi Gubernur Stephen Miran yang mendorong pemangkasan.

    UST naik, dolar menguat setelah data tenaga kerja AS kuat. Yield Treasury AS 10 tahun naik ke sekitar 4,19% setelah laporan payroll Januari yang jauh lebih kuat dari ekspektasi meredam prospek pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini. Pasar kini memundurkan ekspektasi pemotongan suku bunga pertama ke Juli, dengan total easing 2026 yang diperkirakan turun menjadi sekitar 49 bps. Dolar juga menguat mendekati level 97 setelah tiga hari melemah, didorong data tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan dan penyesuaian ulang ekspektasi pelonggaran The Fed.

     

    Europe

    Harga rumah Inggris mulai stabil, euro melemah. Indeks harga rumah RICS naik ke –10% pada Januari, perbaikan tiga bulan beruntun dan yang terkuat sejak Juni, menandakan pemulihan pasar perumahan yang masih bertahap. Di pasar valas, euro berbalik melemah ke sekitar USD 1,185 setelah data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari ekspektasi mendorong dolar menguat dan memundurkan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed ke Juli.

      

    Yield obligasi Eropa turun jelang rilis data tenaga kerja AS. Yield Bund Jerman 10 tahun turun di bawah 2,8%, level terendah sejak pertengahan Januari, karena pasar menunggu laporan tenaga kerja AS yang tertunda untuk petunjuk arah kebijakan The Fed. Penurunan serupa terjadi pada OAT Prancis yang turun ke bawah 3,4% dan BTP Italia yang mendekati 3,4%. Sentimen Eropa juga dipengaruhi sikap ECB yang tidak terlalu khawatir atas penguatan euro dan berita Gubernur Bank of France François Villeroy de Galhau akan mundur lebih cepat.

    Asia

    RBA tetap hawkish, inflasi China makin lemah. RBA membuka ruang pengetatan tambahan setelah menilai inflasi Australia masih terlalu tinggi, dengan Deputi Gubernur Andrew Hauser menegaskan komitmen menjaga inflasi kembali ke target 2–3% dan siap bertindak lebih lanjut bila diperlukan. Sementara itu, inflasi China melandai tajam ke 0,2% YoY pada Januari, dipengaruhi penurunan harga pangan dan lemahnya permintaan domestik, dengan inflasi inti turun ke 0,8% yang menjadi level terendah enam bulan.

    Yield China dan Jepang kompak turun. Yield obligasi pemerintah China 10 tahun melemah ke sekitar 1,79% setelah PBoC menegaskan komitmen kebijakan moneter “moderately loose” dan rencana menambah dukungan pembiayaan untuk mendongkrak permintaan domestik, menjelang rilis inflasi yang menunjukkan CPI melambat ke 0,2% dan deflasi produsen membaik ke –1,4%. Di Jepang, yield JGB 10 tahun turun sekitar 5 bps ke 2,24% setelah pasar menilai kemenangan besar PM Takaichi justru memberi kepastian arah kebijakan fiskal, termasuk janji penangguhan pajak makanan dua tahun tanpa memperburuk prospek fiskal.