Terakhir diperbarui: 13-08-2026, 12:49
Americas
Optimisme bisnis AS menguat. Indeks keyakinan usaha kecil (NFIB Small Business Optimism Index) naik ke 99,8 pada Juli 2026, tertinggi sejak Agustus tahun lalu dan melampaui ekspektasi pasar. Kenaikan didorong oleh membaiknya rencana perekrutan tenaga kerja yang mencapai level tertinggi sejak 2022 serta berkurangnya tekanan kenaikan harga jual. Meski demikian, indeks ketidakpastian juga meningkat, menunjukkan pelaku usaha masih berhati-hati terhadap prospek ekspansi dan belanja modal ke depan.
Harga minyak kembali menguat. Harga minyak naik mendekati USD84 per barel dan mencatat kenaikan untuk sesi keempat berturut-turut setelah prospek kesepakatan antara AS dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz kembali memudar. Sentimen juga didukung oleh kekhawatiran pasokan energi global seiring tuntutan baru dari AS dalam proses negosiasi serta cadangan minyak strategis AS yang turun ke level terendah dalam lebih dari empat dekade. Ketidakpastian terkait akses jalur pelayaran utama tersebut membuat pasar tetap mewaspadai risiko gangguan pasokan dan tekanan inflasi energi.
Yield UST turun tipis jelang rilis data inflasi AS. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,68% setelah pasar merespons perkembangan diplomatik terkait potensi kesepakatan antara AS dan Iran yang berpotensi meredakan tekanan harga energi. Fokus investor kini tertuju pada rilis data CPI AS yang akan menjadi petunjuk penting arah inflasi dan kebijakan The Fed, dengan pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga September dan skenario suku bunga tetap relatif berimbang. Dolar AS juga bertahan stabil di kisaran 99,8 seiring pelaku pasar menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai inflasi dan prospek kebijakan moneter AS.
Europe
Surplus perdagangan Italia menyempit. Surplus perdagangan Italia turun menjadi EUR4,23 miliar pada Juni 2026 dari EUR5,38 miliar pada periode yang sama tahun lalu, lebih rendah dari ekspektasi pasar karena pertumbuhan impor lebih cepat dibanding ekspor. Impor meningkat kuat, terutama dari sektor manufaktur dan negara di luar Uni Eropa. Meski demikian, secara kumulatif semester I-2026 Italia masih mencatat surplus perdagangan yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Yield obligasi Eropa turun tipis. Yield Bund Jerman tenor 10 tahun turun ke sekitar 3,15%, sementara gilt Inggris tenor 10 tahun berada di sekitar 4,95% setelah harapan tercapainya kesepakatan terkait Selat Hormuz kembali meredakan kekhawatiran inflasi dari sisi energi. Penurunan harga minyak berpotensi mengurangi tekanan inflasi dan memberikan ruang lebih besar bagi ECB maupun BoE untuk mempertahankan pendekatan kebijakan.
Asia
RBA tahan suku bunga, PBoC jaga likuiditas tetap fleksibel. Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga acuan di 4,35% pada pertemuan Agustus 2026, sejalan dengan ekspektasi pasar, sambil menegaskan bahwa risiko inflasi masih ada dan kenaikan suku bunga tambahan tetap terbuka apabila tekanan harga kembali meningkat. Di sisi lain, People's Bank of China tidak melakukan injeksi likuiditas melalui reverse repo 7 hari untuk pertama kalinya sejak Juni, mengindikasikan likuiditas perbankan masih memadai meski Beijing tetap berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi.
Yield Australia naik, China tetap didukung ekspektasi stimulus. Yield obligasi pemerintah Australia tenor 10 tahun kembali naik di atas 5% setelah RBA mempertahankan suku bunga di 4,35% dan tetap membuka peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut apabila risiko inflasi meningkat. Sementara itu, yield obligasi pemerintah China tenor 10 tahun bertahan di sekitar 1,7%, mendekati level terendah dalam setahun, setelah inflasi yang lebih lemah memperkuat ekspektasi dukungan kebijakan tambahan dari Beijing untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan permintaan domestik.
