Terakhir diperbarui: 11-09-2026, 19:58
Americas
Kenaikan suku bunga KPR mulai tekan permintaan perumahan AS. Suku bunga KPR fixed 30 tahun di AS naik menjadi 6,85%, level tertinggi sejak Juni 2025, seiring kenaikan yield Treasury dan meningkatnya ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed di tengah risiko inflasi yang dipicu lonjakan harga energi. Dampaknya mulai terlihat pada aktivitas pasar properti, dengan total aplikasi KPR turun 2,7% WoW, dipimpin oleh penurunan refinancing sebesar 6,2%, sementara permohonan pembelian rumah juga melemah.
Harga minyak tembus USD 101 per barel. Harga minyak Brent menembus level USD 101 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli setelah eskalasi konflik AS-Iran meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global, termasuk di sekitar Selat Hormuz. Serangan terhadap tanker minyak Iran, ancaman terhadap jalur pelayaran, serta serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi memperkuat kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi dalam jangka pendek. Di saat yang sama, pemulihan permintaan minyak China
Yield UST naik, dolar melemah. Yield UST tenor 10 tahun naik mendekati 4,85%, level tertinggi sejak Oktober 2023, seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak dan masih tingginya peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan mendatang. Di sisi lain, indeks dolar AS justru melemah ke sekitar 98,6 karena penguatan yen yang didorong ekspektasi pengetatan kebijakan BoJ serta berlanjutnya unwinding carry trade. Pasar kini menantikan data CPI dan PPI AS pekan ini, yang akan menjadi penentu utama arah kebijakan moneter The Fed dalam jangka pendek
Europe
ECB bersiap lanjutkan pengetatan moneter. Euro menguat ke sekitar USD 1,164 menjelang pertemuan ECB karena pasar semakin yakin bank sentral Eropa akan kembali menaikkan suku bunga pekan ini. Lonjakan harga minyak yang sempat menembus USD 100 per barel dan kenaikan harga gas alam Eropa ke level tertinggi sejak 2022 memperkuat kekhawatiran inflasi, sehingga pasar kini memperkirakan masih ada ruang untuk kenaikan suku bunga tambahan setelah pertemuan September. Risiko inflasi yang dipicu energi tetap menjadi faktor utama yang menjaga ECB berada dalam jalur kebijakan yang hawkish.
Yield obligasi Eropa bertahan dekat level puncak. Yield Gilt Inggris tenor 10 tahun dan Bund Jerman tenor 10 tahun tetap berada di level tinggi seiring pasar semakin memperhitungkan kenaikan suku bunga lanjutan oleh BoE dan ECB di tengah risiko inflasi yang kembali meningkat akibat lonjakan harga energi. Harga minyak yang sempat mendekati USD 100 per barel dan kenaikan harga gas alam Eropa turut memperkuat kekhawatiran inflasi, sementara ketahanan pertumbuhan ekonomi membuat bank sentral masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama.
Asia
Inflasi China mulai menguat, yen lanjut menguat. Inflasi konsumen China naik menjadi 0,8% YoY pada Agustus 2026 dari 0,5% pada bulan sebelumnya, didorong kenaikan biaya transportasi dan energi di tengah tingginya harga minyak global, meski tekanan harga pangan masih lemah akibat pasokan yang berlimpah. Sementara itu, yen Jepang menguat mendekati JPY 153 per USD setelah pasar semakin yakin Bank of Japan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan mendatang, didukung perbaikan sentimen manufaktur dan meningkatnya tekanan bagi otoritas Jepang untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Yield Asia turun meski prospek kebijakan berbeda. Yield JGB tenor 10 tahun turun ke sekitar 2,88% seiring penguatan yen yang membantu meredakan tekanan inflasi impor, meskipun pasar masih memperkirakan Bank of Japan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan ini. Di sisi lain, yield obligasi pemerintah China tenor 10 tahun turun mendekati level terendah sejak pertengahan 2025 karena lemahnya permintaan kredit mendorong bank-bank meningkatkan kepemilikan surat utang pemerintah.
