bonds

    Fixed Income Daily Notes 07 May 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    07 May 2026 - 08.01am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 07 May 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 09-05-2026, 19:53

    Americas

    Tenaga kerja AS solid, pasar perumahan tertekan kenaikan suku bunga. Sektor swasta AS menambah 109 ribu pekerjaan pada April 2026, tertinggi sejak Januari 2025 dan melampaui ekspektasi, terutama ditopang sektor jasa mencerminkan pasar kerja yang masih “low‑hire, low‑fire”. Namun, pengetatan kondisi keuangan menekan sektor perumahan, terlihat dari turunnya aplikasi KPR 4,4% secara mingguan akibat kenaikan suku bunga hipotek.

    Harga minyak stabil di atas USD95 seiring harapan kesepakatan damai AS–Iran. Harga WTI bertahan di atas USD95 per barel setelah sempat anjlok tajam, dengan pasar menilai peluang tercapainya kesepakatan damai AS–Iran menyusul proposal AS untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz secara bertahap. Meski Iran masih meninjau usulan tersebut dan tekanan politik meningkat agar perang segera diakhiri di tengah lonjakan harga energi, ketidakpastian tetap tinggi, sementara rekor ekspor minyak AS menegaskan pasokan global kian bergeser ke AS akibat gangguan Timur Tengah.

    Imbal hasil UST dan dolar turun seiring harapan kesepakatan US-Iran. Yield US Treasury tenor 10 tahun turun ke 4,35%, sekitar 10 bps di bawah level tertinggi sembilan bulan, setelah harga minyak anjlok tajam menyusul sinyal kemajuan proposal AS untuk menghentikan perang dengan Iran dan membuka kembali arus energi. Penurunan harga energi meredakan kekhawatiran inflasi—meski data AS tetap bernuansa hawkish—sementara indeks dolar melemah ke 97,9 kembali ke level pra‑perang. Optimisme resolusi konflik turut menguatkan yen di tengah spekulasi intervensi, sekaligus menekan greenback di pasar FX global.

     

    Europe

    Tekanan biaya produsen melonjak, aktivitas sektor swasta Zona Euro berkontraksi. Harga produsen Zona Euro naik tajam 3,4% MoM pada Maret 2026—tertinggi sejak Agustus 2022—dipimpin lonjakan harga energi akibat perang Iran, mendorong tekanan inflasi tahunan kembali positif ke 2,1%. Pada saat yang sama, aktivitas sektor swasta melemah dengan PMI komposit turun ke 48,8 pada April, menandai kontraksi pertama dalam 16 bulan. Tekanan biaya input melonjak ke level tertinggi hampir empat tahun, mendorong kenaikan harga jual dan diiringi memburuknya sentimen bisnis.

    Yield obligasi Eropa turun seiring meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga. Imbal hasil Bund Jerman dan gilt Inggris sama‑sama melanjutkan penurunan karena pasar mengurangi ekspektasi pengetatan ECB dan BoE pada 2026, didorong turunnya harga minyak di tengah optimisme awal potensi kesepakatan damai AS–Iran. Meredanya tekanan inflasi dari energi membuat investor kini hanya mem‑price in sekitar dua kali kenaikan suku bunga tahun ini, meski ketidakpastian masih tinggi dan negosiasi belum sampai pada kesepakatan final.

    Asia

    Jasa China tetap ekspansif, Vietnam jaga stabilitas di tengah lonjakan inflasi. Aktivitas jasa China menguat moderat dengan PMI naik ke 52,6 pada April, ditopang permintaan domestik yang berlanjut meski tekanan biaya meningkat akibat harga energi dan penjualan luar negeri masih lemah. Di Vietnam, bank sentral tetap mempertahankan target inflasi 4,5% untuk 2026 meski inflasi April menembus 5%, dengan kebijakan moneter fleksibel dan dukungan likuiditas untuk keseimbangan antara pertumbuhan di tengah risiko geopolitik.

    Yield obligasi China naik, Jepang tetap tinggi di tengah dinamika geopolitik. Imbal hasil obligasi pemerintah China tenor 10 tahun naik ke sekitar 1,77% seiring kembalinya investor dari libur panjang dan membaiknya sentimen berkat sinyal geopolitik yang lebih konstruktif serta PMI domestik yang menunjukkan ekspansi berlanjut. Sementara itu, yield JGB Jepang bertahan di sekitar 2,5%, tertinggi sejak 1997, mencerminkan tekanan inflasi dari lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah dan ekspektasi pengetatan global, meski BOJ masih menahan suku bunga dan yen mendapat dukungan intervensi pemerintah menjelang libur pasar hingga 6 Mei.