Terakhir diperbarui: 06-05-2026, 20:30
Americas
Aktivitas manufaktur AS bertahan ekspansif di tengah lonjakan tekanan harga. Indeks ISM Manufacturing AS bertahan di level 52,7 pada April 2026, tertinggi sejak Agustus 2022 meski di bawah ekspektasi, dengan pesanan baru dan waktu pengiriman pemasok yang kembali menguat sementara produksi melambat dan ketenagakerjaan terkontraksi tajam. Tekanan harga melonjak ke level tertinggi sejak April 2022, didorong kenaikan biaya energi akibat konflik Iran, dengan sentimen pelaku usaha tetap dominan negatif.
Harga minyak terkoreksi di tengah harapan gencatan senjata AS–Iran. Harga minyak WTI turun ke sekitar USD101 per barel pada Jumat, memangkas sebagian kenaikan mingguan seiring meningkatnya harapan gencatan senjata AS–Iran dapat mengarah pada perdamaian yang lebih berkelanjutan, setelah Iran menyampaikan proposal baru meski AS masih mempertahankan blokade laut.
Imbal hasil UST dan dolar melemah seiring turunnya harga energi. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun ke 4,35% setelah mereda dari puncak sembilan bulan seiring pelemahan harga energi yang menahan prospek inflasi, meski data AS tetap hawkish dengan lonjakan harga ISM manufaktur, percepatan PCE inti, dan pasar tenaga kerja yang solid di tengah dissent FOMC bernuansa ketat. Di sisi valas, indeks dolar turun di bawah 98 setelah reli tajam yen yang diduga dipicu intervensi terkoordinasi sesuai praktik G7, sementara ketegangan Iran masih menjaga risiko harga meski fokus pasar beralih ke kebijakan moneter AS.
Europe
Trump ancam naikkan tarif mobil Uni Eropa ke 25%. Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menaikkan tarif impor mobil dan truk dari Uni Eropa menjadi 25% pekan ini dari sebelumnya 15%, dengan alasan Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan dagang sebelumnya, sambil menegaskan tarif nol hanya berlaku jika produksi dilakukan di AS. Komisi Eropa membantah klaim pelanggaran tersebut dan menyatakan siap melindungi kepentingan UE jika Washington melanggar perjanjian, meningkatkan risiko eskalasi ketegangan dagang trans-Atlantik.
Yield obligasi Inggris dan Jerman bertahan tinggi di tengah tekanan energi. Imbal hasil gilt Inggris bertahan di atas 5% setelah BoE menahan suku bunga dan menekankan pendekatan “active hold” di tengah lonjakan harga energi, sementara yield Bund Jerman tetap di atas 3% seiring ECB membuka ruang pengetatan lanjutan. Lonjakan harga minyak akibat ketegangan Timur Tengah terus menahan penurunan imbal hasil dan menjaga ekspektasi kebijakan moneter tetap ketat di 2026.
Asia
Manufaktur Jepang melonjak, surplus dagang Korea Selatan melebar tajam. PMI manufaktur Jepang naik ke 55,1 pada April 2026, tertinggi sejak Januari 2022, didorong lonjakan output dan pesanan baru karena pelanggan mempercepat pembelian untuk mengantisipasi gangguan pasokan dan kenaikan biaya, meski tekanan rantai pasok serta inflasi biaya input meningkat dan kepercayaan bisnis melemah. Di Korea Selatan, surplus perdagangan melonjak ke USD 23,77 miliar pada April 2026 seiring ekspor naik 48% YoY terutama dari semikonduktor yang melonjak 173,5% ke USD 31,9 miliar, sementara impor juga meningkat 16,7% YoY mencerminkan permintaan domestik yang masih resilien.
Yield obligasi Jepang dan Australia bertahan tinggi di tengah tekanan inflasi energi. Imbal hasil JGB Jepang tenor 10 tahun bertahan di atas 2,5%, tertinggi sejak 1997, dipicu lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah yang memperkuat ekspektasi pengetatan global, meski BOJ masih menahan suku bunga di 0,75% dengan sinyal hawkish minor. Di Australia, yield obligasi 10 tahun bertahan di sekitar 5% seiring pasar mem‑price in kenaikan suku bunga 25 bps pada 5 Mei yang berpotensi mendorong cash rate ke 4,35%, didukung inflasi tahunan Maret yang meningkat ke 4,6% jauh di atas target RBA, meski tekanan biaya produsen mulai melambat dan PMI manufaktur kembali ke zona ekspansi.
