TEKAN KERUGIAN, SURYA FAJAR CAPITAL DIVESTASI 51,95% SAHAM DPI
Share via
Terbit Pada
30 September 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 30-07-2025, 03:10:pm
27234681
IQPlus, (30/9) - PT Surya Fajar Capital Tbk (SFAN) mengumumkan langkah divestasi dengan menjual dan mengalihkan 51,95% porsi kepemilikan sahamnya pada PT Digitalisasi Perangkat Indonesia (DPI) kepada PT Surya Fajar Corpora (SFC). Nilai transaksi pengalihan saham sebanyak 296.867.000 lembar tersebut secara keseluruhan mencapai Rp15,73 miliar.
Penandatanganan Akta Jual Beli Saham Dan Pengambilalihan dilaksanakan secara resmi pada Selasa, 29 September 2026. Aksi korporasi ini dikategorikan sebagai Transaksi Material sekaligus Transaksi Afiliasi sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lantaran SFC merupakan pemegang saham utama yang menguasai 71,23% saham Perseroan.
Manajemen Perseroan menjelaskan bahwa keputusan divestasi ini diambil guna menyederhanakan struktur organisasi dan menekan potensi kerugian berkelanjutan dari operasional DPI. Berdasarkan laporan keuangan DPI per 31 Desember 2025, anak usaha tersebut masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,21 miliar dengan pendapatan usaha sebesar Rp1,50 miliar.
Sebelum memutuskan untuk mengalihkan kepemilikan saham kepada pihak afiliasi, Perseroan sempat mempertimbangkan opsi penjualan kepada pihak non-afiliasi. Namun, hingga transaksi direalisasikan, belum ada calon pembeli dari luar yang menyampaikan minat untuk mengambil alih anak usaha tersebut.
Guna menjamin independensi dan kewajaran harga, Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Kusnanto dan Rekan (KJPP KR). Berdasarkan hasil penilaian independen per 31 Agustus 2026, nilai pasar atas 51,95% saham DPI ditaksir Rp15,42 miliar, sehingga harga penjualan senilai Rp15,73 miliar dinyatakan wajar.
Melalui penyampaian keterbukaan informasi publik pada Rabu (30/9/2026), Direksi Perseroan berkeyakinan bahwa pelepasan DPI akan memperkuat fundamental keuangan konsolidasian. Langkah ini juga membuat Perseroan dapat lebih fokus mengelola entitas anak lain yang berpotensi meningkatkan kinerja operasional di masa depan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
