TBIG TERBITKAN OBLIGASI DAN SUKUK RP2,37 TRILIUN UNTUK REFINANCING UTANG
Share via
Terbit Pada
30 September 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 14-09-2026, 12:01:am
27231217
IQPlus, (30/9) - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) bakal melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan VII Tahap V Tahun 2026 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap V Tahun 2026 dengan total nilai mencapai Rp2,37 triliun. Penerbitan tersebut terdiri dari pokok Obligasi sebesar Rp1,244 triliun dan sisa imbalan Sukuk Ijarah sebesar Rp1,126 triliun.
Berdasarkan informasi resmi yang dirilis Perseroan pada 29 September 2026, kedua instrumen keuangan ini ditawarkan dengan nilai 100 persen dari jumlah pokok dan terbagi masing-masing dalam tiga seri.
Masa penawaran umum instrumen efek bersifat utang dan syariah ini dijadwalkan berlangsung pada 9 dan 12 Oktober 2026. Selanjutnya, tanggal penjatahan ditetapkan pada 13 Oktober 2026, diikuti distribusi secara elektronik pada 15 Oktober 2026. Instrumen obligasi dan sukuk ijarah tersebut direncanakan bakal resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 16 Oktober 2026.
Untuk instrumen Obligasi, Seri A ditawarkan sebesar Rp500 miliar dengan bunga tetap 7,15% per tahun (tenor 370 hari), Seri B sebesar Rp150,65 miliar berbunga 7,65% per tahun (tenor 3 tahun), dan Seri C sebesar Rp593,65 miliar berbunga 7,80% per tahun (tenor 5 tahun). Sementara itu, Sukuk Ijarah Seri A dirilis bernilai Rp1,000 triliun (tenor 370 hari), Seri B sebesar Rp83,06 miliar (tenor 3 tahun), serta Seri C senilai Rp43,01 miliar (tenor 5 tahun).
Pembayaran bunga obligasi maupun cicilan imbalan sukuk ijarah akan dilakukan secara berkala setiap triwulan, dengan pembayaran pertama pada 15 Januari 2027.
Seluruh dana bersih hasil penawaran umum obligasi dan sukuk ijarah ini akan dialokasikan oleh Perseroan untuk pelunasan sebagian pokok pinjaman perbankan. Rinciannya, hasil penerbitan obligasi dan sukuk ijarah akan digunakan untuk membayar fasilitas pinjaman PT Bank UOB Indonesia yang jatuh tempo pada 19 Oktober 2026. Selain itu, sebagian dana dari penerbitan sukuk ijarah juga akan dimanfaatkan untuk melakukan refinancing atas fasilitas pinjaman PT Bank Mizuho Indonesia yang jatuh tempo pada tanggal yang sama.
Dalam penerbitan ini, lembaga pemeringkat PT Fitch Ratings Indonesia memberikan peringkat AA+(idn) (Double A Plus) baik untuk Perseroan maupun instrumen obligasi dan sukuk ijarah yang ditawarkan. Peringkat tersebut mengindikasikan tingkat ekspektasi risiko gagal bayar yang sangat rendah serta kapasitas yang sangat kuat dalam memenuhi kewajiban keuangan. Penerbitan ini juga dijamin secara pari passu dengan seluruh harta kekayaan Perseroan.
Dalam pelaksanaan penawaran umum ini, Perseroan menunjuk sembilan penjamin pelaksana emisi, di antaranya PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas, PT BNI Sekuritas, dan PT BCA Sekuritas. Penunjukan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat turut melengkapi struktur penerbitan efek berharga tersebut. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
