BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

TAMPIL DI BTN IFW 2026, IKM BINAAN KEMENPERIN BIDIK PASAR GLOBAL

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

13 August 2026

22458312

IQPlus, (13/8) - Industri fesyen dan kriya nasional memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai sektor yang menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus mengangkat kekayaan budaya dan kearifan lokal Indonesia. Kreativitas pelaku industri dalam mengolah wastra, desain, material, dan identitas budaya menjadi produk yang sesuai dengan perkembangan pasar merupakan modal penting untuk memperkuat daya saing industri fesyen dan kriya nasional.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Kementerian Perindustrian aktif meningkatkan kapasitas industri kecil dan menengah (IKM), termasuk melalui fasilitasi promosi, perluasan akses pasar, serta pengembangan jejaring dan kemitraan bisnis. Langkah ini diharapkan mampu membawa semakin banyak produk fesyen dan kriya karya anak bangsa dikenal dan digunakan konsumen di pasar domestik maupun global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kekayaan budaya, kreativitas, dan keragaman sumber daya lokal merupakan kekuatan besar bagi pengembangan industri fesyen dan kriya Indonesia. Potensi tersebut perlu terus ditransformasikan menjadi produk inovatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing tinggi.

"Industri fesyen dan kriya memiliki potensi besar untuk terus berkembang karena didukung kekayaan budaya, kreativitas, dan keragaman sumber daya lokal Indonesia. Pemerintah terus memacu potensi tersebut agar dapat diterjemahkan menjadi produk bernilai tambah yang mampu diterima pasar nasional maupun internasional," ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (13/8).

Salah satu langkah yang ditempuh Kemenperin adalah memfasilitasi IKM binaan untuk berpartisipasi pada ajang promosi dan perdagangan berskala nasional. Menurut Menperin, keikutsertaan IKM pada berbagai pameran tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi dan penjualan, tetapi juga menjadi momentum untuk memahami perkembangan pasar, membangun jejaring, dan membuka peluang kemitraan baru.

"Keikutsertaan IKM fesyen dan kriya dalam pameran menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk, memperluas jejaring usaha, sekaligus membuka peluang kemitraan. Melalui interaksi langsung dengan ekosistem industri dan konsumen, IKM juga dapat memperoleh wawasan mengenai kebutuhan dan tren pasar sebagai bahan untuk mengembangkan usahanya ke depan," ungkap Agus.

Sejalan dengan upaya tersebut, Kementerian Perindustrian melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) berpartisipasi dalam BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 bekerja sama dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI). Pameran yang berlangsung pada 29 Juli-2 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) tersebut menjadi wadah strategis bagi IKM binaan untuk menjangkau konsumen, calon pembeli, mitra usaha, dan pelaku industri.

Memasuki tahun ke-14 penyelenggaraannya, BTN Indonesia Fashion Week 2026 mengusung tema "Wastra Ulos Simetria" dengan mengangkat ulos sebagai salah satu warisan budaya khas Provinsi Sumatera Utara. Tema tersebut merepresentasikan upaya pelestarian budaya melalui karya dan inovasi kontemporer yang dikembangkan para desainer dan pelaku industri kreatif sehingga nilai tradisi tetap relevan dengan perkembangan dunia fesyen. (end)