BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

SPINDO (ISSP) SIAPKAN RP150 MILIAR UNTUK BUYBACK SAHAM

Terbit Pada

05 November 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 04-11-2026, 04:06:pm

30831985

IQPlus, (5/11) - PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) atau yang dikenal sebagai Spindo, mengumumkan rencana aksi korporasi berupa pembelian kembali saham (buyback) dengan alokasi dana maksimal mencapai Rp150 miliar.

Langkah strategis ini diambil lantaran manajemen menilai harga saham perseroan saat ini belum mencerminkan nilai wajar jika dibandingkan dengan kinerja fundamental perusahaan.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis di Jakarta, Rabu (5/11/2026), perseroan memperkirakan jumlah saham yang akan dibeli kembali kurang lebih sebanyak 250 juta lembar saham, atau mewakili sekitar 3,48% dari total seluruh lembar saham yang telah dikeluarkan oleh perseroan.

Aksi korporasi ini berpedoman pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 13 Tahun 2023 serta POJK No. 29 Tahun 2023. Pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung dalam jangka waktu tiga bulan, terhitung sejak keterbukaan informasi ini diterbitkan hingga 5 Februari 2027.

Manajemen Spindo memastikan bahwa pendanaan untuk aksi buyback ini murni menggunakan kas internal perusahaan. Sumber dana tersebut dipastikan tidak berasal dari hasil penawaran umum, pinjaman, maupun utang dalam bentuk apa pun, sehingga tidak akan mengganggu kemampuan keuangan perseroan dalam memenuhi kewajiban operasionalnya. Selain itu, perseroan membatasi harga pembelian saham maksimal sebesar Rp600 per lembar saham.

Dalam pelaksanaannya di pasar sekunder, Spindo telah menunjuk PT MNC Sekuritas sebagai anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan memfasilitasi transaksi perdagangan buyback saham tersebut.

Terkait dampak keuangan, manajemen mencatat bahwa aksi korporasi ini tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap penurunan pendapatan. Arus kas dan modal kerja perseroan dinilai masih sangat memadai untuk mendukung kelancaran operasional ke depan.

Berdasarkan proforma per 30 September 2026, aksi ini justru diproyeksikan mendongkrak tingkat laba bersih per saham (Earning Per Share / EPS) dari Rp67,49 menjadi Rp69,53, serta meningkatkan rasio Return on Equity (ROE) menjadi 10,75%.

Saham yang berhasil dibeli kembali nantinya akan disimpan sebagai saham treasuri (treasury stock). Sesuai ketentuan yang berlaku, perseroan memprioritaskan mekanisme pengalihan melalui penjualan kembali di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada masa mendatang, dengan tetap menjaga jumlah saham free float perseroan tidak kurang dari 20% dari total saham tercatat. (end)