SAL TOKEN RESMI DILUNCURKAN SEBAGAI INISIATIF KRIPTO LOGISTIK PERTAMA DI INDONESIA
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
22 October 2026
29439234
IQPlus, (22/10) - SAL Token ($SAL) secara resmi diluncurkan pada 21 Oktober 2026 sebagai aset kripto pertama di Indonesia yang dikembangkan khusus untuk menghubungkan teknologi blockchain dengan aktivitas logistik dan freight di dunia nyata. Inisiatif ini dikembangkan oleh tim di balik SAS Worldwide Logistics, sebuah perusahaan logistik dan rantai pasok internasional.
Peluncuran ini hadir di tengah pertumbuhan ekosistem aset digital yang masif di tanah air. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah akun konsumen pada pedagang aset keuangan digital telah mencapai 22,93 juta per Juli 2026, dengan nilai transaksi bulanan tercatat menyentuh angka Rp20,52 triliun.
Di tengah tren tersebut, $SAL hadir dengan pendekatan berbeda, yakni menjawab kebutuhan bisnis riil dan mengurangi hambatan transaksi global melalui pemanfaatan teknologi blockchain (Real-World Asset / RWA).
Managing Director SAS Worldwide Logistics, Arthur Sulaiman, menjelaskan bahwa inisiatif ini dilatarbelakangi oleh tantangan klasik dalam industri logistik, di mana pengiriman barang dapat diselesaikan dalam hitungan hari, sementara pencairan pembayaran invoice seringkali membutuhkan waktu hingga berminggu-minggu.
"Freight dapat bergerak lintas negara dalam hitungan hari, tetapi pembayarannya bisa membutuhkan waktu berminggu-minggu. Dan SAL dibangun karena hal itu. Alih-alih membuat token yang benar-benar baru, kami memulainya dari bisnis logistik yang memang sudah kami jalankan untuk melihat bagaimana blockchain dapat menjembatani pembayaran digital dengan aktivitas ekonomi dunia nyata," ujar Arthur melalui keterangan resminya di Jakarta, Rabu (22/10/2026).
Dalam mekanisme ekosistemnya, $SAL berfungsi sebagai token utilitas dan akses bagi partisipan untuk berinteraksi dalam marketplace pendanaan invoice logistik yang telah diverifikasi dari layanan SAS Worldwide Logistics. Sementara itu, proses pendanaan modal kerja bagi invoice terpilih dilakukan secara terpisah menggunakan stablecoin seperti USDC atau USDT.
Pendekatan ini dirancang untuk memberikan visibilitas yang transparan kepada pengguna, mencakup rincian nilai invoice, tenor, ketentuan pendanaan, pengungkapan risiko, hingga estimasi penyelesaian pembayaran. Pada tahap awal, SAL berencana untuk menguji coba model ini melalui pilot terkontrol bersama SAS sebelum memperluas cakupannya. Saat ini, $SAL telah resmi tersedia dan dapat dibeli melalui platform Mobee, sementara daftar bursa pertukaran (exchange) lainnya akan diumumkan pada masa mendatang. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
