SAAT HARGA ENERGI NAIK, DUA PLTBG JADI PENYELAMAT PALMCO
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
15 April 2026
10458044
IQPlus, (15/4) - Ketidakstabilan harga energi fosil akibat situasi geopolitik global mendorong pelaku industri mencari sumber energi alternatif agar operasional tetap efisien. Di sektor perkebunan, langkah ini mulai menunjukkan hasil nyata.
Salah satunya dilakukan oleh PTPN IV PalmCo yang memanfaatkan energi baru terbarukan dari limbah kelapa sawit untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Melalui pengolahan limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME), perusahaan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) sebagai sumber energi utama pabrik.
Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K. Santosa,Rabu menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar respons jangka pendek terhadap kenaikan harga energi, melainkan bagian dari strategi jangka panjang yang telah dirancang sejak awal.
Menurutnya, kondisi global saat ini justru memperkuat bahwa pengembangan energi terbarukan merupakan keputusan yang tepat karena mampu menekan penggunaan solar sekaligus menjaga efisiensi biaya.
Saat ini, PalmCo mengoperasikan dua PLTBg, yakni Terantam dan Tandun, yang memanfaatkan teknologi covered lagoon untuk mengolah limbah cair menjadi biogas, lalu dikonversi menjadi listrik.
Baca Juga: Tempat Makan Menu Indonesia yang Murah Meriah di Cipete
Energi yang dihasilkan digunakan langsung untuk mendukung operasional pabrik kelapa sawit serta mengurangi konsumsi bahan bakar fosil.
Berdasarkan data perusahaan, pemanfaatan energi biogas tersebut berhasil menekan penggunaan genset berbahan bakar solar secara signifikan.
Sepanjang 2023 hingga 2025, konsumsi solar berkurang lebih dari 2,6 juta liter, sekaligus mendorong efisiensi biaya energi hingga sekitar Rp39,5 miliar dalam tiga tahun terakhir. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
