RUPIAH MENGUAT SEIRING ANGKA PMI MANUFAKTUR INDONESIA MENINGKAT
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
03 February 2026
03359577
IQPlus, (3/2) - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Selasa, bergerak menguat 30 poin atau 0,179 persen menjadi Rp16.755 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.775 per dolar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menganggap penguatan kurs rupiah dipicu angka Purchasing Managers-Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang meningkat.
"S&P Global Market Intelligence mencatat Purchasing Managers- Index Manufaktur Indonesia berada di level 52,6 pada Januari 2026. Angka tersebut naik dari level 51,2 pada Desember 2025. Kenaikan itu tergolong sedang dan pertumbuhan terus meningkat dengan indeks di atas 50," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan kenaikan itu didorong peningkatan berkelanjutan pada output dan permintaan baru.
Data itu dikumpulkan berdasarkan survei yang dilakukan pada 12-23 Januari 2026 dengan cara menyebar kuesioner kepada para manajer pembelian dari 400 perusahaan manufaktur terpilih.
Dalam survei tersebut, lanjutnya, perusahaan sering mengaitkan kenaikan dengan permintaan pasar atas barang yang meningkat. Kondisi permintaan terlihat didorong oleh perekonomian domestik, karena permintaan internasional menurun selama lima bulan terakhir di tengah penurunan laporan tarif menghambat permintaan luar negeri.
"Sejalan dengan permintaan baru yang terus bertumbuh, produksi naik pada bulan Januari. Output naik selama tiga bulan berjalan dan merupakan yang tercepat kedua dalam 11 bulan," ujar Ibrahim. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
