RAIH LABA Rp565,69 MILIAR DI 2025, BNC FOKUS GENJOT KREDIT TAHUN INI
Share via
Terbit Pada
31 March 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 17-12-2025, 04:30:pm
08958295
IQPlus, (31/3) - PT Bank Neo Commerce Tbk atau BNC (BBYB) memfokuskan strategi pada akselerasi penyaluran kredit pada tahun ini setelah membukukan laba bersih sebesar Rp565,69 miliar pada akhir 2025, meningkat dibandingkan Rp19,88 miliar pada 2024.
"Kami berhasil mencatatkan peningkatan kinerja yang baik dengan tetap menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengoptimalkan model bisnis digital yang kami miliki," kata Direktur Utama BNC Eri Budiono, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Hingga Desember 2025, BNC membukukan total aset sebesar Rp18,97 triliun, tumbuh 8,99 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp17,41 triliun pada Desember 2024.
Dari sisi dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp14,03 triliun, meningkat 7,37 persen (yoy) dari Rp13,06 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan dana tabungan yang mencapai Rp3,50 triliun (dari Rp3,09 triliun pada Desember 2024) serta deposito yang tetap terjaga di level Rp9,86 triliun.
Dari sisi kredit, hingga akhir 2025, non performing loan (NPL) net tetap terkendali pada level 0,89 persen.
Kondisi likuiditas tercermin pada loan to deposit ratio (LDR) pada level 51,21 persen dan liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 614,93 persen.
Perseroan melihat kinerja tersebut menjadi basis yang kuat untuk ekspansi pertumbuhan kredit ke depannya.
Dari sisi efisiensi, rasio BOPO membaik signifikan menjadi 84,18 persen, dibandingkan 99,34 persen pada tahun sebelumnya.
Cost to income ratio (CIR) tercatat stabil di 31,33 persen, sementara net interest margin (NIM) berada pada 14,39 persen.
Kinerja profitabilitas juga tercermin pada return on assets (ROA) yang meningkat menjadi 3,11 persen dari 0,10 persen, serta return on equity (ROE) yang meningkat menjadi 15,13 persen dari 0,59 persen pada tahun sebelumnya.
BNC juga mempertahankan posisi permodalan yang kuat dengan modal inti sebesar Rp4,03 triliun, meningkat dari Rp3,32 triliun pada tahun sebelumnya.
Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat 49,07 persen, meningkat signifikan dibandingkan 35,30 persen pada tahun sebelumnya yang disebabkan oleh peningkatan laba bersih.
Memasuki 2026, perseroan akan menitikberatkan strategi pada penyaluran kredit yang berkualitas dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Untuk hal ini, BNC akan terus meningkatkan kapabilitas produk dan menambah mitra guna memperluas potensi bisnis serta memperkuat ekosistem keuangan yang inklusif.
"Salah satu inisiatif strategis yang tengah kami siapkan adalah peluncuran layanan buy now pay later (BNPL) dengan mitra yang direncanakan hadir pada pertengahan 2026, sebagai bagian dari upaya kami dalam memperluas akses pembiayaan yang aman, terukur, dan relevan dengan kebutuhan nasabah," ujar Eri. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
