PERTAMINA KILANG CILACAP RAIH GOLD MEDAL DI IEI 2026
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
26 August 2026
23751151
IQPlus, (26/8) - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan perwira Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap di kancah internasional.
Pada ajang The 12th International Exhibition of Invention (IEI) yang berlangsung pada 21-23 Agustus 2026 di Guangzhou, China, gugus inovasi Pertamix berhasil meraih Gold Medal.
Penghargaan diberikan atas inovasi "Enhancing Treated Water Supply Security and Supporting Sustainable CO2 Emission Reduction Through the Replication of an Engineered Mobile Reverse Osmosis (RO) System Configuration".
Tak hanya itu, inovasi gugus Pertamix juga memperoleh penghargaan khusus ARCA Medal dari _Croatian Union of Innovators_, sebagai pengakuan tambahan atas inovasi yang dinilai memiliki keunggulan dan potensi implementasi.
Tim gugus Pertamix beranggotakan Ipuk Suseno Budi Wiworo (Engineering & Development), Dexter Musa Siahaan (Engineering & Development), Ghifari Nurachmad (Production III), Adif Alfianto (Production III), dan Eko Prasetyo (Maintenance Execution I).
Pendamping saat Forum Internasional, Muhamad Hasan Ismail menerangkan ajang IEI 2026 merupakan forum internasional yang mempertemukan inovator, peneliti, pelaku industri, serta institusi dari berbagai negara untuk menampilkan karya dan teknologi inovatif.
"Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangkaian Belt & Road and BRICS Competition of Skills Development and Technology Innovation,"urai Hasan yang juga Manager Human Capital (HC) RU Cilacap.
Keberhasilan gugus Pertamix di Guangzhou menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari lingkungan operasional Kilang Cilacap mampu bersaing dan mendapatkan apresiasi di tingkat internasional.
Fasilitator gugus Pertamix, Ipuk Suseno Budi Wiworo menambahkan inovasi yang diusung berfokus pada peningkatan keamanan dan keandalan pasokan treated water sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi CO2 secara berkelanjutan melalui replikasi konfigurasi sistem Mobile Reverse Osmosis (RO) yang telah direkayasa.
"Teknologi ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas dalam mendukung kebutuhan pengolahan air, sekaligus menjadi bagian dari upaya peningkatan efisiensi dan keberlanjutan operasional kilang," jelas Ipuk. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
