PERLUAS KONEKTIVITAS, GARUDA JALIN KERJASAMA DENGAN SAS
Share via
Terbit Pada
10 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 31-03-2026, 04:31:pm
16034076
IQPlus, (10/6) - Upaya memperluas konektivitas internasional terus dilakukan oleh Garuda Indonesia melalui kerja sama codeshare bersama Scandinavian Airlines (SAS).
Kolaborasi ini membuka akses perjalanan yang lebih luas antara Indonesia dan negara-negara Nordik sekaligus memperkuat posisi kedua maskapai di pasar Asia dan Eropa Utara.
Melalui kerja sama tersebut, pelanggan Garuda Indonesia maupun SAS akan memperoleh pilihan perjalanan yang lebih terhubung menuju sejumlah destinasi utama di Indonesia serta kawasan Skandinavia.
Kehadiran kemitraan ini juga diharapkan menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih praktis dan nyaman bagi para penumpang kedua maskapai.
Lewat kolaborasi tersebut, penumpang dari kawasan Nordik akan lebih mudah menjangkau Jakarta dan Bali.
Sebaliknya, pelanggan dari Indonesia juga bisa mengakses kota-kota utama di Skandinavia seperti Copenhagen, Stockholm, dan Oslo melalui berbagai hub internasional, di antaranya Amsterdam, Tokyo (Haneda), serta Bangkok, yang implementasinya dilakukan secara bertahap.
Penandatanganan perjanjian codeshare antara Garuda Indonesia dan SAS sendiri telah dilakukan pada 7 Juni 2026. Kesepakatan itu ditandatangani bertepatan dengan pelaksanaan IATA Annual General Meeting yang berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil.
Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, menyebut kemitraan ini menjadi langkah strategis yang mencerminkan komitmen kedua maskapai dalam memperluas jaringan global sekaligus mempererat sinergi di bawah aliansi SkyTeam.
"Di tengah dinamika industri penerbangan global yang terus berkembang, kolaborasi menjadi elemen penting dalam menghadirkan jaringan yang semakin relevan dan bernilai bagi pelanggan. "Melalui kemitraan ini, Garuda Indonesia dan SAS berbagi visi yang sama untuk menghadirkan konektivitas yang lebih luas, seamless, dan berdaya saing, sekaligus membuka akses yang lebih besar antara Indonesia, Asia Tenggara, dan kawasan Nordik," ujar Thomas. (end)
