PENGELOLA JUNGLELAND BUKA-BUKAAN SOAL FLUKTUASI SAHAM JGLE
Share via
Terbit Pada
24 July 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 24-07-2026, 04:41:pm
20453259
IQPlus, (24/7) - PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (kode saham: JGLE) memberikan klarifikasi resmi kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait lonjakan harga dan volume transaksi saham emiten pengembang properti dan wahana rekreasi tersebut.
Manajemen menegaskan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan maupun keputusan investasi pemodal. Langkah penyampaian penjelasan tersebut dilakukan perseroan guna merespon surat dari BEI No. S-08837/BEI.PP1/07-2026 tertanggal 23 Juli 2026 perihal Permintaan Penjelasan atas Volatilitas Transaksi Efek.
Berdasarkan pemantauan otoritas bursa, saham JGLE mengalami peningkatan aktivitas perdagangan yang signifikan pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026. Volume transaksi saham JGLE melonjak hingga 4.364.509.300 lembar saham dengan frekuensi perdagangan mencapai 109.233 kali. Angka ini meningkat pesat jika dibandingkan dengan hari bursa sebelumnya yang tercatat sebanyak 2.772.380.900 lembar saham dengan frekuensi 63.747 kali. Seiring dengan tingginya volume perdagangan, harga saham JGLE ditutup menguat sebesar Rp5 atau naik 7,46% ke posisi Rp72 per lembar saham, dari penutupan hari sebelumnya di level Rp67.
Dalam surat tanggapan tertanggal 24 Juli 2026, Sekretaris Perusahaan PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk, Santoso Budi, menegaskan bahwa seluruh kewajiban keterbukaan informasi telah dijalankan sesuai regulasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) dan peraturan bursa.
"Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang terjadi yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015," ujar Santoso Budi.
Selain itu, manajemen juga memastikan tidak ada aktivitas khusus dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 4 Tahun 2024 terkait laporan kepemilikan maupun penjaminan saham. Mengenai kelangsungan usaha dan rencana bisnis kedepan, perseroan menyatakan saat ini belum memiliki agenda untuk melakukan tindakan korporasi (corporate action) setidaknya dalam kurun waktu tiga bulan mendatang yang dapat berdampak pada pencatatan saham di bursa. Pemegang saham utama dan pengendali perseroan juga dikonfirmasi belum memiliki rencana perubahan terkait porsi kepemilikan saham mereka. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
