PEFINDO TEGASKAN PERINGKAT idAAA UNTUK INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
13 March 2026
07151889
IQPlus, (13/3) - PEFINDO menegaskan peringkat idAAA untuk PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dan obligasi berkelanjutan yang diterbitkan dan masih beredar. Prospek dari peringkat Perusahaan adalah stabil. Pada saat yang sama, PEFINDO juga menegaskan peringkat idAA untuk Surat Berharga Perpetual Berwawasan Lingkungan IIF.
Peringkat Surat Berharga Perpetual ini berada dua tingkat di bawah peringkat korporasi, yang mencerminkan posisi Surat Berharga Perpetual yang lebih junior, sesuai dengan klasifikasinya sebagai komponen modal inti tambahan dan memiliki karakteristik keleluasaan penuh dalam penangguhan pembayaran kupon.
Peringkat Perusahaan mencerminkan tingkat kemungkinan yang sangat kuat akan adanya dukungan dari pemegang saham. Peringkat tidak dipengaruhi oleh profil kredit berdiri sendiri IIF, yang mencerminkan posisi usaha di segmen pembiayaan infrastruktur yang di atas rata-rata, profil permodalan serta likuiditas dan fleksibilitas keuangan yang kuat, tetapi dibatasi oleh profil pembiayaan yang terkonsentrasi dan terbatasnya jumlah proyek infrastruktur yang layak untuk dibiayai.
Peringkat dapat diturunkan jika terdapat penurunan tingkat dukungan yang material dari pemegang saham, yang dapat tercermin dari berkurangnya tingkat pengendalian dan kepemilikan terhadap IIF.
IIF didirikan pada tahun 2010 sebagai lembaga keuangan non-bank yang memiliki fokus pada investasi di proyek-proyek infrastruktur yang layak secara komersial dengan menerapkan standar internasional dalam aspek sosial dan lingkungan demi menjamin keberlanjutan jangka panjang pembangunan infrastruktur di Indonesia.
IIF menyediakan pembiayaan jangka panjang berbasis dana seperti pinjaman senior, pinjaman mezzanine, dan pinjaman dalam bentuk partisipasi dalam ekuitas, ditambah dengan produk pembiayaan non-dana seperti penjaminan dan layanan berbasis biaya.
Per 31 Desember 2025, pemegang saham IIF terdiri dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI, 44,99%), International Finance Corporation (IFC, 15,71%), Asian Development Bank (ADB, 15,71%), Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft mbH (DEG, 11,88%), dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC, 11,71%). (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
