BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

MENTAN AJAK PETANI LOMBOK TERAPKAN SISTEM POLA TANAM MODERN

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

10 July 2026

19040476

IQPlus, (10/7) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak petani Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menerapkan sistem pola tanam pertanian modern Advanced Agricultural System (PMAAS) untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

"Metode ini mampu meningkatkan produksi petani hingga 8-10 ton per hektare bila dibandingkan pola budidaya konvensional," kata Andi Amran saat meninjau pertanaman padi PMAAS di Desa Bungkate Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, Jumat.

Oleh karena itu, ia berharap kepada para petani di Lombok Nusa Tenggara Barat dapat menerapkan pola tanam modern tersebut.

"Sistem pola tanam ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.

Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah petani usia panen bertahan pada angka Rp6.500 per kilogram (kg) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Pemerintah menetapkan HPP untuk menjamin kesejahteraan petani," katanya.

Ia mengatakan Indonesia telah berhasil mencapai status swasembada pangan berdasarkan indikator batas maksimal impor atau pemenuhan impornya berada di bawah 10 persen yang ditetapkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO.

"Swasembada pangan telah tercapai. Para menteri dari negara lain mulai ingin belajar sistem pertanian di Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan," katanya.

Ia mengatakan fokus pemerintah saat ini bagaimana mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat atau petani melalui penerapan pola tanam modern.

Oleh karena itu, diharapkan para petani yang biasa melakukan tanam satu kali bisa sampai dua atau tiga kali dalam setahun.

"Peran penyuluh harus tetap ditingkatkan dalam melakukan pendekatan kepada para petani, agar menerapkan sistem pola tanam modern ini," katanya.

Sistem ini merupakan model pertanian intensif berbasis teknologi yang mengedepankan efisiensi, mekanisasi, presisi, serta pengelolaan budidaya secara terpadu guna meningkatkan produktivitas dan mendukung modernisasi pertanian nasional.

Dalam penerapannya, PMAAS menggunakan sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) dengan pola tanam rapat model 4:1 dan 6:1.

PMAAS dirancang dengan prinsip utama tanam rapat dalam baris, efisiensi sumber daya, mekanisasi pertanian. Pendekatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan seluruh tahapan budidaya sejak awal musim tanam sehingga potensi hasil dapat dicapai secara maksimal. (end/ant)