BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    MENPERIN : INDUSTRI FESYEN MUSLIM NASIONAL MAMPU BERSAING DI PASAR GLOBAL

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    13 March 2026

    07140573

    IQPlus, (13/3) - Perkembangan jumlah umat muslim di dunia turut memberikan dampak yang signifikan pada pertumbuhan pasar industri fesyen muslim, atau yang juga dikenal dengan modest fashion. Derasnya arus informasi di media sosial juga membuat tren penggunaan produk modest fashion kini menjadi lebih inklusif dan tidak hanya terbatas pada penggunaan oleh umat muslim saja.

    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, pertumbuhan konsumsi produk fesyen muslim dunia terus meningkat. Hal ini berdasarkan laporan State of Global Islamic Economy Report (SGIER) 2024/2025, pada tahun 2023 konsumsi fashion muslim dunia mencapai USD327 Miliar dan diproyeksikan meningkat sebesar USD433 Miliar pada tahun 2028.

    "Hal ini menunjukkan bahwa industri modest fashion memiliki prospek pasar yang sangat besar dan harus berkembang sehingga mampu membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat peran sebagai produsen sekaligus pusat tren modest fashion dunia," jelas Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13/3).

    Potensi industri modest fashion dalam negeri di pasar dunia juga menunjukkan capaian yang menjanjikan. Hal ini dapat dilihat dari nilai ekspor modest fashion Indonesia ke negara anggota Organization Islamic Cooperation (OIC) pada tahun 2023 mencapai USD 990 juta.

    "Nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 83 persen jika dibandingkan dengan tahun 2022 yang hanya mencapai US$ 540 juta, dan hal ini membuat Indonesia menjadi negara tujuh tertinggi ekspor ke negara OIC," ungkap Menperin.

    Meskipun demikian, negara yang melakukan ekspor produk fesyen ke negara-negara anggota OIC masih didominasi oleh negara China, Turki dan India. "Ini menjadi tugas semua stakeholder untuk meningkatkan peran Indonesia dalam pasar fesyen muslim dunia," imbuhnya.

    Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi industri fesyen yang sangat besar, baik sebagai pasar maupun sebagai produsen. "Indonesia berpotensi menjadi salah satu pemain utama industri modest fashion global dengan sektor industri yang padat karya," ujarnya. (end)