MENLU RI SERUKAN ASEAN JAGA PEMBANGUNAN BERDAMPAK BAGI MASYARAKAT
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
21 July 2026
20149844
IQPlus, (21/7) - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan bahwa ASEAN harus menjaga kredibilitas dengan memastikan pembangunan yang membawa hasil nyata bagi masyarakat dan stabilitas kawasan.
"Pada akhirnya, pertanyaannya bukan seberapa jauh ASEAN telah melangkah, tetapi apakah masyarakat kita benar-benar dapat merasakan manfaatnya," kata Menlu RI dalam sesi pleno Pertemuan ke-59 Menlu se-ASEAN (AMM) di Manila, Filipina, Selasa.
Sebagaimana keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Sugiono menyebut "ujian" pertama bagi ASEAN adalah dalam menjaga perdamaian serta memastikan tatanan hubungan di kawasan tetap berlandaskan pada aturan.
Karena itu, Indonesia mendorong penyelesaian segera kode tata perilaku (code of conduct) di Laut China Selatan pada tahun ini secara efektif, substantif, dan berlandaskan hukum internasional.
"Kawasan yang diatur berdasarkan hukum akan selalu lebih kuat daripada kawasan yang diatur berlandaskan kekuatan," katanya menegaskan.
Ia mengatakan kredibilitas ASEAN juga tercermin dalam perlindungan yang dapat diberikan kepada masyarakat. Dengan demikian, Indonesia mengusulkan pendirian forum divisi kepala urusan konsuler se-ASEAN untuk memperkuat koordinasi pelindungan warga negara ASEAN di luar negeri, khususnya dalam situasi konflik dan keadaan darurat.
Di tengah meningkatnya tekanan terhadap multilateralisme, Indonesia mendorong agar kemitraan antara ASEAN dan para mitra diarahkan pada kebutuhan konkret kawasan, termasuk respons krisis, ketahanan pangan dan energi, serta ketangguhan rantai pasok, kata dia.
Sugiono juga menyerukan agar mandat dan sumber daya ASEAN terus dikuatkan agar sejalan dengan ambisi "Visi Komunitas ASEAN 2045", terlebih dengan ASEAN akan segera menyongsong peringatan 60 tahunnya pada 2027.
Menurut Kemlu RI, rangkaian AMM ke-59 di Manila berlangsung pada 20-24 Juli 2026 dan mempertemukan para menlu se-ASEAN dan mitra eksternal.
Sejumlah isu yang akan menjadi fokus dalam pembicaraan antara lain pembangunan komunitas ASEAN, hubungan eksternal, serta berbagai isu kawasan dan global.
Pertemuan tersebut mengesahkan sejumlah dokumen penting, antara lain komunike bersama terkait pengembangan kerja sama ASEAN, pernyataan bersama terkait situasi di Timur Tengah, serta dokumen lain terkait kerja sama Traktat Persahabatan dan Kerja Sama (TAC) dan kemitraan wicara ASEAN.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, para menlu ASEAN juga sepakat menerima Turkiye sebagai mitra wicara terbaru ASEAN. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
