MENKEU BIDIK PENGATAN RUPIAH SEMESTER II LEWAT SINERGI FISKAL-MONETER
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
10 June 2026
16048070
IQPlus, (10/6) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membidik penguatan nilai tukar atau kurs rupiah pada semester II-2026 melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang lebih solid.
"Rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II tahun 2026," kata Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu.
Purbaya menjelaskan pemerintah mencermati perkembangan nilai tukar rupiah hingga awal Juni 2026 yang menghadapi tekanan, terutama dipengaruhi oleh sentimen global, kondisi risiko di pasar keuangan, serta tekanan dari transaksi berjalan dan transaksi finansial domestik.
Meski begitu, berbagai kebijakan yang dikerahkan diyakini dapat kembali memulihkan nilai tukar rupiah, termasuk perbaikan koordinasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan.
Secara paralel, pemerintah juga memperbaiki tata kelola devisa hasil ekspor (DHE) dan pendalaman pasar keuangan, yang ditargetkan dapat memperkuat pasokan valuta asing (valas) di dalam negeri.
Berbagai kebijakan itu diharapkan dapat memperbaiki kepercayaan investor, sehingga mendorong rupiah kembali menguat pada paruh kedua 2026.
Nilai tukar rupiah pada Rabu pagi bergerak menguat 158 poin atau 0,88 persen menjadi Rp17.900 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.058 per dolar AS.
Penguatan rupiah diperkirakan dipengaruhi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang berdampak baik terhadap fiskal pemerintah. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
