MENHUB : TAKSI AIR DI BALI DAPAT HUBUNGKAN BANDARA DENGAN CANGGU
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
08 April 2026
09758350
IQPlus, (8/4) - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan water taxi (taksi air) di Bali dapat menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu.
"Water taxi dapat menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu sebagai opsi mobilitas yang efisien, ramah lingkungan, dan mendukung sektor pariwisata di Bali," ucapnya dalam agenda Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu.
Rencana taksi air merupakan salah satu solusi alternatif dalam mengintegrasikan transportasi darat, laut, dan udara, untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Bali, terutama di Kabupaten Bandung. Taksi air direncanakan bakal menghubungkan titik-titik strategis seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan wisata padat seperti Seminyak, Canggu, Kuta, dan Uluwatu.
Berdasarkan observasi lapangan, waktu tempuh jalanan darat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu adalah selama 1,5-2 jam, sedangkan menggunakan water taxi diadakan bisa menempuh maksimal selama 30 menit.
Hasil survei terdapat terhadap wisatawan juga mencatat bahwa Canggu termasuk tiga besar destinasi wisata dengan minat tertinggi dari pelancong domestik maupun turis asing di Bali.
Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk komponen investasi awal adalah sebesar Rp1,21 triliun.
"Untuk tetap menjamin aspek keselamatan dan keamanan pada perairan yang tergolong ekstrim, dibutuhkan layout dengan penahan gelombang atau breakwater untuk pelabuhan di Bandara Ngurah Rai atau Pantai Sekeh dan di Canggu di Pantai Brawa," ungkap Menhub.
Saat ini, PT ASDP Indonesia Ferry yang bakal menangani alat-alat yang mengoperasikan taksi laut sedang dalam proses penelusuran studi Detail Engineering Design (DED), dan dilanjutkan pekerjaan konstruksi mulai Agustus 2026 hingga Juli 2027.
Sebagai tindak lanjut studi perencanaan program water taxi, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyampaikan beberapa poin tindak lanjut yang secara garis besar mencakup finalisasi studi pra-desain, penyusunan DED, pelaksanaan langkah percepatan, dan penyampaian estimasi waktu pelaksanaan uji coba operasi pada tahun 2026. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
